ADVERTISEMENT

Sederet Jasa Rusia Buat RI yang Diingatkan Putin ke Jokowi

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 03 Jul 2022 08:10 WIB
Jokowi bertemu Putin di Kremlin
Foto: Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Rusia telah berjasa membantu Indonesia sejak awal kemerdekaan. Saat itu Rusia masih menjadi Uni Soviet.

Keterangan itu disampaikan Putin saat memberikan sambutannya bersama Jokowi di Istana Kremlin, Rusia pada Kamis (30/6) lalu.

"Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa negara kita membantu Indonesia membangun kenegaraan dan memperkuat posisi republik di kancah internasional," katanya dalam sambutannya bersama Jokowi, dikutip Sabtu (2/7/2022).

Dalam catatan sejarah, Rusia pada tahun 1945 sampai 1950 membangun Indonesia untuk mencari pengakuan dunia internasional atas kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

Selain itu, Putin juga mengatakan, negaranya telah berpartisipasi membangun berbagai fasilitas di Indonesia, mulai transportasi hingga infrastruktur industri besar lainnya. Partisipasi Rusia saat itu dengan mengirim spesialis, insinyur, dan kontraktornya.

"Dengan partisipasi spesialis, insinyur dan pembangun kami, fasilitas transportasi dan infrastruktur industri besar, stadion, rumah sakit, dan institusi penting lainnya dibangun di Indonesia, banyak di antaranya beroperasi hingga hari ini," terangnya.

Nah, keterangan yang diucapkan Putin benar adanya. Hal itu tercatat dalam sejarah di mana hubungan Indonesia dan Rusia makin mesra pada 1956-1962. Tahun itu disebut merupakan puncak kemesraan hubungan Indonesia dan Rusia.

Kemesraan kedua negara ditunjukan dengan saling berkunjung satu sama lain. Kemudian hasil kunjungan itu terciptalah kesepakatan-kesepakatan, salah satunya dalam pembangunan infrastruktur.

Mulai dari pembangunan Rumah Sakit Persahabatan, stadion Gelora Bung Karno, dan Hotel Indonesia. Kemudian pembangunan jalan, jembatan dan lapangan terbang di sejumlah daerah, pembangunan pabrik baja dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Kerja Sama Rusia dan Indonesia

Dalam sambutannya itu, Putin juga menjelaskan berbagai macam pembahasan dengan Jokowi. Salah satunya, membahas kerja sama apa saja yang selama ini dijalin oleh Rusia dan Indonesia.

Pada 2021, misalnya perdagangan bilateral tumbuh lebih dari 40%, dan naik lebih dari 65% dalam lima bulan pertama tahun ini. Mengingat hal itu, Putin mengatakan Rusia dan Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama kedua negara.

"Dalam konteks ini, kedua belah pihak menyatakan minatnya untuk meningkatkan kerja Komisi Bersama Rusia-Indonesia untuk Kerjasama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik," lanjut Putin.

Dalam meningkatkan kerja sama perdagangan, Putin mengatakan banyak perusahaan di negaranya termasuk perusahaan energi, beroperasi di Indonesia. Ia juga mengatakan ketertarikannya untuk membantu mengembangkan industri tenaga nuklir nasional.

"Dengan pengalaman, kompetensi dan teknologi yang tak tertandingi, Rosatom State Corporation bersedia untuk mengambil bagian dalam proyek-proyek bersama, termasuk proyek-proyek yang terkait dengan penggunaan non-energi teknologi nuklir, misalnya, di bidang kedokteran dan pertanian," ungkapnya.

Bahkan, Putin menawarkan inisiatif untuk membangun kereta api di ibu kota negara (IKN) baru. Ia menawarkan Russian Railways yang menurutnya dapat diimplementasikan di IKN.

"Moskow, ibu kota Rusia, yang telah berkembang dengan sangat baik dan dengan peningkatan kualitas tinggi, juga dapat berpartisipasi dalam proyek yang benar-benar ambisius ini," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT