ADVERTISEMENT

Cara Pemerintah Genjot UMKM Tenun Lokal Biar Jadi Jagoan Ekspor

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Minggu, 03 Jul 2022 09:13 WIB
Beragam kerajinan dari UMKM yang ada di Indonesia turut mejeng di ajang pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua Bali, Jumat (12/10/2018). Mulai dari batik, tenun, hingga beragam kerajinan patung tersaji disini.
Ilustrasi UMKM tenun/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas kain tenun dan UMKM Nasional, termasuk yang ada di Bali. Hal ini dilakukan karena tenun akan diusulkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia di UNESCO.

Di sisi lain, wastra atau kain tenun sendiri merupakan salah satu produk unggulan RI, di mana 60% nilai ekspor Bali salah satunya berasal dari kain tenun.

Ketua Bidang Promosi dan Humas Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Maria Anna Plate mengatakan, akselerasi wastra (kain tenun) dan UMKM Nasional secara terus menerus dilakukan dengan kurasi yang tepat untuk dapat menghasilkan wastra-wastra terbaik yang dapat ditampilkan di panggung internasional.

"Kami ingin menyampaikan bahwa dalam selembar kain terdapat filosofi kehidupan yang sarat makna, terdapat pesan dan cerita serta kandungan nilai kehidupan yang sarat hikmah", ujar Maria melalui keterangannya di Webinar Digitalk Bersama Dekranas Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui UMKM Kreatif Wastra di Sheraton Bali, dalam keterangannya, Minggu (3/7/2022).

Kain Endek Bali menjadi salah satu warisan budaya Bali yang masih dibuat oleh penenun secara handmade menggunakan alat tenun bukan mesin dan cagcag. Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster mengatakan, dalam produksinya kedepan perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan dalam proses produksi dan hulu hingga hilir demi menjamin kualitas dan kelestarian.

"Tetap bertahan dan tetap lestarikan. Walaupun terus melakukan inovasi produk, juga mempertahankan keaslian produk agar tetap ada," katanya.

Tidak hanya itu, salah satu upaya Dekranasda Bali dalam membantu para pengrajin tersebut adalah dengan menyediakan ruang pameran salah satunya di Werdhi Budaya Art Centre. Area yang memiliki luas sekitar 5 hektar tersebut menjadi pusat pelestarian budaya serta ruang pamer untuk para pengrajin termasuk wastra di Bali yang sekaligus menjadi pusat kunjungan para wisatawan.

Tidak berhenti sampai di situ, berbagai kegiatan pemberdayaan juga terus dilakukan, salah satunya yaitu dalam pemberdayaan UMKM perempuan. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro, di mana pihaknya mengadakan berbagai pelatihan dan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk penguatan kapasitas dan kualitas UMKM.

"Jadi semuanya saling berkolaborasi, kami menyebutnya 'Pang Pada Payu', dan kami senang sekali dengan semangat dari PIM Bali yang sangat membantu pusat sehingga banyak sekali kegiatan-kegiatan yang bisa kami lakukan disini", ujar Lana.

Potensi besar yang dimiliki kain tenun sebagai salah satu produk unggulan RI ini mendorong pemerintah untuk melakukan kolaborasi dengan stakeholder terkait dalam upaya pelestarian sekaligus peningkatan kualias kain tenun.

"Seperti kita ketahui wastra merupakan salah satu produk unggulan dari kekayaan budaya tanah air. UMKM wastra tenun tersebar di seluruh Bali dan 60% nilai ekspor Bali berasar dari industri termasuk tenun. Dengan kolaborasi yang baik dengan Dekranas dan Dekranasda Bali, kita terus berupaya mendorong peningkatan UMKM sebagai soko guru perekonomian nasional," ujar Direktur Informasi, Komunikasi, Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary.

Sebagai tambahan informasi, dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional, Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, menggelar Webinar Digitalk dengan tema: "Bersama Dekranas Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui UMKM Kreatif Wastra" di Sheraton Bali, Kamis (30/6/2022).

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Usman Kansong dalam Keynote Speech-nya menyampaikan, sudah menjadi tugas dari pihaknya dalam menyosialisasikan dan mempublikasikan gebrakan Dekranas dalam hal preservasi produk kerajinan budaya nasional termasuk kain wastra atau wastra tenun.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus terjaga dan berlangsung dari bulan ini sampai nanti bulan Agustus 2022 ketika Kemkominfo menjadi Campaign Manager untuk Gernas BBI yang berpusat di provinsi Papua", tuturnya.



Simak Video "Melihat Proses Produksi Kain Tenun Majalaya Secara Manual"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT