PT Energi Mbulet soal Lapindo

PT Energi Mbulet soal Lapindo

- detikFinance
Rabu, 14 Jun 2006 16:04 WIB
Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) selaku induk usaha dari PT Lapindo Brantas terkesan tertutup soal semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo. Saat ditanya soal kasus aneh itu, EMP terkesan ngalor ngidul.Direktur EMP Faiz Shahab dalam konferensi pers usai RUPS di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (14/6/2006) terkesan tak memberi jawaban yang pasti.Misalnya saja saat wartawan menanyakan soal dampak kasus di Porong tersebut terhadap kinerja perseroan dan siapa yang harus bertanggung jawab. Bukannya memberi jawaban, Faiz malah hanya membeberkan kronologi kejadian dan rencana ke depan yang sebenarnya sudah sering dipublikasikan di media massa.Demikian pula saat ditanya berapa nilai ganti rugi yang akan diberikan. "Kita tidak mau bicara soal cash, tapi yang sekarang yang jadi perhatian perseroan adalah penanganan terhadap masyarakat," kata Faiz.Ia juga mengaku Lapindo sudah memberi bantuan uang tunai sebesar Rp 200 ribu per kepala keluarga saat awal terjadinya musibah tersebut. Termasuk juga pendirian posko kesehatan dan tempat tinggal sementara.Pun saat ditanya berapa persiapan dana untuk menangani 'banjir' lumpur panas ini, dia lagi-lagi mengelak. "Kita tidak bisa buka itu. Kita tidak bisa kasih yang belum terjadi," kilah Faiz singkat.Faiz juga menyalahkan warga sekitar yang dianggapnya mengganggu penanganan lumpur panas itu."Dalam penanganannya, pertama kita upayakan lumpur tidak masuk ke jalan tol, tapi itu tidak dianggap baik oleh masyarakat, sehingga tanggulnya dijebol. Upaya kedua, kita melokalisir daerah 3 desa yang terkena lumpur yaitu Siring, Kenowo dan Jatirejo," urainya.Wartawan yang merasa tak puas dengan penjelasan para pejabat EMP itu terus mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyaan hingga selesainya acara. Meski pertanyaan masih bejibun, direksi EMP itu langsung ngacir, sementara wartawan tidak diperbolehkan doorstop.Pejabat yang tersisa yakni Vice President Capital Market EMP Herwin W Hidayat, akhirnya menjadi sasaran empuk wartawan. Dihujani pertanyaan, Herwin mengaku tak bisa memberi banyak penjelasan."Kita nggak bisa menjelaskan apa-apa karena kita sudah membentuk tim terpadu yang diketuai oleh Bupati Sidoarjo. Bahkan untuk siaran pers harus diteken dulu dari bupati," cetusnya.Tak tahan menghadapi cecaran pertanyaan wartawan, Herwin pun akhirnya kabur juga.Saat detikcom mencoba menanyakan soal asuransi yang kabarnya akan menutup kerugian kasus Lapindo itu, sambil berlari Herwin berujar, "Belum." (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads