CGI Setujui Pinjaman dan Hibah untuk RI Senilai US$ 5,4 M

CGI Setujui Pinjaman dan Hibah untuk RI Senilai US$ 5,4 M

- detikFinance
Rabu, 14 Jun 2006 18:33 WIB
Jakarta - Negara-negara kreditor yang tergabung dalam Consultative Group on Indonesia (CGI) menyatakan komitmennya untuk memberikan pinjaman dan hibah senilai US$ 5,4 miliar. Angka itu lebih besar dari komitmen tahun lalu senilai US$ 3,4 miliar.Komitmen CGI tersebut terdiri dari US$ 3,9 miliar berupa pinjaman program, proyek dan hibah yang masuk melalui APBN dan US$ 1,5 miliar dalam bentuk hibah yang masuk tidak melalui APBN.Dari pinjaman dan hibah yang masuk melalui APBN tersebut, sebanyak US$ 200 juta berupa hibah dan sisanya adalah utang. Sehingga total hibah dari CGI mencapai US$ 1,7 miliar.Demikian hasil pertemuan ke-15 CGI seperti disampaikan oleh Menko Perekonomian Boediono dalam konferensi pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (14/6/2006).Sementara Menkeu Sri Mulyani mengatakan, pemerintah kini membutuhkan tambahan dana karena ada kebutuhan rehabilitasi Yogya dan Klaten, menaikkan anggaran pendidikan, infrastruktur, subsidi PLN, dan untuk luncuran proyek tahun 2005 yang nilainys US$ 9,4 miliar. Dengan demikian, maka defisit anggaran menjadi 1,3-1,5 persen dari PDB."Untuk bisa membiayai defisit yang besar, kami mengharapkan pembiayaan dari dalam negeri dan luar negeri. Untuk membayar utang US$ 12,3 miliar pada tahun ini, maka kebutuhan anggaran menjadi US$ 16,7-17 miliar," urai Sri Mulyani.Pemerintah dari sumber-sumber pembiayaan dalam negeri seperti penerbitan Surat Utang Negara (SUN) bisa menyediakan US$ 12-12,3 miliar. Artinya, ada US$ 4,4 miliar yang dibutuhkan dari luar negeri.Dalam sidang ke-14 CGI yang berlangsung Januari 2005 lalu, pemerintah mendapatkan komitmen pinjaman dan hibah senilai US$ 3,4 miliar yang terdiri dari US$ 2,8 miliar disalurkan lewat APBN dan US$ 600 juta di luar APBN.Jumlah tersebut di luar kebutuhan untuk mempermak Aceh dan Nias akibat hantaman tsunami. Khusus untuk kebutuhan Aceh dan Nias, CGI sepakat memberikan bantuan senilai US$ 1,7 miliar yang terdiri dari hibah sebesar US$ 1,2 miliar dan pinjaman lunak US$ 500 juta. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads