ADVERTISEMENT

India Larang Hotel dan Restoran Tarik Biaya Layanan ke Konsumen

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 05 Jul 2022 18:45 WIB
bendera India
Bendera India/Foto: Internet
Jakarta -

Badan perlindungan konsumen India melarang restoran dan hotel untuk memungut biaya layanan tambahan pada tagihan pelanggan. Larangan ini diberlakukan karena banyaknya konsumen yang mengeluhkan tingginya biaya ketika membayar di kasir.

Dikutip dari BBC, Selasa (5/7/2022), biasanya restoran mengenakan biaya layanan 5-15% ke pelanggan. Restoran juga dilarang untuk mengumpulkan tip dari konsumen dengan nama yang tidak sesuai dan dilarang menolak konsumen yang tak mau memberi tip.

Masalah tip di restoran ini memang sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Banyak konsumen yang mengeluhkan jika tak ada informasi apapun terkait biaya tambahan yang harus mereka bayarkan.

Pada 2017 pemerintah India mengeluarkan aturan jika pelanggan hanya perlu membayar harga yang ada pada menu ditambah pajak dari pemerintah. Selain itu pemerintah India juga mendesak pengelola restoran untuk membayarkan upah yang sesuai ke pegawai serta menaikkan harga produk untuk memenuhi biaya operasional.

Namun restoran tetap menambahkan biaya-biaya tersebut. Bulan lalu, pemerintah telah bertemu dengan asosiasi pengelola restoran membahas masalah ini.

Bahkan konsumen sering 'ditembak' harga karena tak adanya transparansi di restoran tersebut. Asosiasi menyebut jika praktik itu bukanlah tindakan ilegal.

Mereka menyebut jika restoran juga telah membayar pajak kepada pemerintah India dari hasil mereka menjual makanan.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT