ADVERTISEMENT

Inflasi Tembus 4,35%, Luhut Minta Bupati Tanam Cabai Hingga Bawang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 07 Jul 2022 14:01 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal inflasi di Indonesia yang naik ke level 4,35% (year on year/yoy) pada Juni 2022. Menurutnya, kenaikan harga pangan jadi biang keroknya.

Melihat masalah kenaikan harga pangan, Luhut meminta kepada bupati-bupati di berbagai daerah untuk mencoba membuat sistem pertanian kecil-kecilan untuk menanam berbagai kebutuhan dapur macam cabai hingga bawang di daerahnya.

"Inflasi kita mulai naik 4,3% karena kemarin harga telur, cabai, bawang, dan lain-lain naik. Saya usul juga bupati, pejabat di daerah bikin pertanian kecil menanam cabai rawit, bawang," ungkap Luhut dalam Rapat Koordinasi dengan kepala daerah yang tergabung dengan Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI), di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022).

Luhut pun mengenang saat dirinya masih menjabat Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun, Jawa Timur pada 1993. Saat itu, dia juga meminta bawahannya untuk menanam tanaman hidroponik. Bahkan karena kebijakannya itu dia mengklaim Jawa Timur tak kekurangan pangan.

"Waktu saya Danrem di Madiun saya kerjakan itu di 1993. Seluruh Korem saya itu tanam hidroponik cabai, bawang, sayuran, dan lain-lain. Maka Jatim nggak kurang pangan," ujar Luhut.

Malah Luhut menyarankan agar kebun kelapa sawit bisa melakukan tumpang sari tanaman pangan. "Misal di tengah kelapa sawit bisa nggak tumpang sari, saya kerjain waktu saya Danrem," ujarnya.

Luhut pun nampak serius menyatakan permintaannya. Dia meminta agar permintaan penanaman tanaman pangan jangan dianggap sebagai pekerjaan receh.

"Jadi barang-barang kecil ini pengaruhnya gede, jadi kalau saya minta tanam hidroponik jangan dibilang itu pekerjaan receh," ujar Luhut.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT