RI Masih Jauh dari Persaingan Usaha yang Sehat
Kamis, 15 Jun 2006 11:49 WIB
Tabanan - Meski diacungi jempol karena memiliki sistem perdagangan yang terbuka, namun Indonesia masih payah soal persaingan usaha yang sehat. Dalam bahasa Bank Dunia, Indonesia masih harus menempuh jalan yang panjang menuju persaingan usaha yang sehat.Untuk itu, keberadaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dinilai sangat penting bagi pembangunan Indonesia. "Kita percaya keberadaan KPPU membuat proses yang baik di dalam area yang sangat sulit. Sehingga KPPU sangat sulit memenangkan kasus persaingan usaha. Tapi kita lihat ada orang-orang profesional yang baik bekerja di dalamnya," ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Andrew Steer.Ia menyampaikan hal itu di sela-sela seminar The Second Asean Conference on Competition Policy and Law yang diselenggarakan KPPU di Hotel Le-Meridien, Tabanan, Bali, Kamis (15/6/2006).Senada dengan pernyataan Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan, Steer juga menilai hakim tidak punya pemahaman yang luas mengenai persaingan usaha. Akibatnya, banyak keputusan KPPU yang dibatalkan."Hakim-hakim tersebut menilai topik persaingan usaha sangat rumit," cetusnya.Ia juga menilai, sistem perdagangan terbuka yang diterapkan Indonesia membuka peluang terjadinya persaingan usaha yang sehat. Di beberapa wilayah juga terjadi distorsi dengan adanya hubungan khusus antara pemerintah dengan beberapa sektor swasta."Ini sangat tidak sehat dan sistem yang tidak fair," tandasnya.
(qom/)











































