ADVERTISEMENT

'Paksa' Pejabat Kemendag Teken Pakta Integritas, Zulhas: Jangan Main-main!

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 08 Jul 2022 21:36 WIB
Poster
Foto: Aulia Damayanti/detikcom: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengharuskan seluruh pimpinan tinggi Kementerian Perdagangan untuk menandatangani pakta integritas. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme di kalangan pejabat.

Menteri yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan, pakta integritas ini juga merupakan dorongan moral agar semua pegawai Kemendag bekerja secara jujur, objektif, dan akuntabel. Serta menghindari konflik kepentingan apapun.

"Kami ingin setiap pejabat Kementerian Perdagangan memiliki komitmen yang sama untuk menghindari segala praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela apapun," jelas Mendag Zulhas dalam keterangannya, Jumat (08/07/2022).

Zulhas menegaskan kepada pejabat yang hadir, pakta integritas ini tidak boleh dipandang remeh karena konsekuensinya tegas. Pelanggar akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Jangan main-main, ini bukan seremonial belaka, ini penegasan komitmen yang harus diresapi secara mendalam. Bagi pelanggar, sanksinya tegas!" kata Zulhas tegas.

Dengan pembaruan tata kelola ini, Zulhas berharap kinerja Kemendag dapat meningkat, lebih akuntabel, dan sepenuhnya berorientasi kepada kesejahteraan rakyat.

"Jika kerjanya lurus, maka jalannya akan mulus. Jika kerjanya benar, maka jalannya pun akan lancar," tuturnya.

Sebagai tambahan informasi, seluruh pimpinan tinggi madya dan pratama (setingkat pejabat eselon I dan II) Kementerian Perdagangan menandatangani pakta integritas di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, hari ini, Jumat (08/07/2022).

Penandatanganan pakta integritas ini juga disaksikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan Agung, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Turut hadir Anggota II BPK RI Daniel Lumban Tobing, Wakil Jaksa Agung Sunarta, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Gatot Eddy Pramono, dan Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa.

"Dengan disaksikan oleh KPK, BPK, Polri, dan Kejaksaan Agung hari ini, setidaknya saya sebagai Menteri Perdagangan sudah berupaya penuh mulai dari pencegahan," tambahnya.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT