KPPU Indonesia Terbaik Se-ASEAN

KPPU Indonesia Terbaik Se-ASEAN

- detikFinance
Jumat, 16 Jun 2006 00:24 WIB
Tabanan - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Indonesia dipuji sebagai KPPU terbaik di ASEAN. Pujian tersebut datang dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), sebuah badan PBB bidang ekonomi.Hal ini disampaikan oleh Chief, Advisory Services and Capacity Building Section Competition Law and Policy Branch UNCTAD Hassan Qaqaya dalam konferensi pers 2nd ASEAN Conference dan Competition Policy dan Law di Hotel Le Meridien, Tabanan, Bali, Kamis (15/6/2006) malam."Kami kagum. KPPU paling efektif di ASEAN, ada di Indonesia. Terbukti dengan makin besarnya kepercayaan pebisnis dan makin sedikitnya komplain terhadap keputusan KPPU," ujar Hassan Qaqaya.Menurutnya sejak UU 5/1999 tentang Persaingan Usaha diimplementasikan, masih banyak hakim yang kurang memahaminya. Namun itu bukan artinya yang terburuk. Negara maju justru butuh waktu 10 tahun untuk efektif menerapkan hukum persaingan usaha. "Australia butuh 40 tahun, Jepang 60 tahun, Jerman 25 tahun, Brazil 10 tahun, Uni Eropa sudah ada sejak 1950." kata Hassan.Dia mengusulkan di Indonesia agar ada pengadilan yang terdiri dari 2-3 hakim khusus untuk menangani persaingan usaha.Dia menyatakan KPPU Indonesia lebih maju dari Thailand dan Singapura. Sistem yang digunakan sangat baik dan KPPU bersikap independen dari pemerintah. Hal itu juga didukung dengan UU Persaingan Usaha yang sangat cocok."KPPU Thailand belum selesaikan 1 kasus pun, dan Singapura pemerintahnya masih intervensi," ungkap Hassan.Di tempat yang sama, anggota KPPU Soy Martua Pardede mengatakan cepatnya KPPU berkembang di Indonesia karena adanya tenggat waktu jadwal penyelesaian perkara yang tertuang dalam UU Persaingan Usaha."Kita speedy up karena diwaibkan dalam UU. Kalau tidak bisa, kerjanya jadi very slowly," jelas Soy.Dia menyatakan, 30 hari setelah laporan lengkap, KPPU harus memutuskan kasus tersebut perlu masuk perkara atau tidak. Atas pujian UNCTAD, Soy berusaha merendah."Kita tidak lantas merasa takabur dan jago. Kita masih perlu improve," kata Soy. (fay/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads