JBIC Oke, Pelunasan Utang ke IMF Diserahkan ke BI

JBIC Oke, Pelunasan Utang ke IMF Diserahkan ke BI

- detikFinance
Jumat, 16 Jun 2006 13:50 WIB
Jakarta - Japan Bank for International Corporation (JBIC) sudah mengizinkan Indonesia mempercepat pelunasan utang ke IMF. Kini, pemerintah menyerahkan kepada Bank Indonesia (BI) untuk menentukan kapan sebaiknya utang kepada IMF dibayar."Kita secara politis sudah berniat membayar. Jadwalnya kita serahkan kepada BI karena BI yang bertugas untuk menjaga kecukupan cadangan dan menjaga stabilitas moneter," ujar Menko Perekonomian Boediono di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/6/2006).Boediono menambahkan, dirinya sudah menerima salinan surat pernyataan dari JBIC yang menyatakan bahwa mereka tidak keberatan Indonesia melunasi utang ke IMF. Sehingga APBN tidak perlu diotak-atik untuk melunasi juga utang ke JBIC.Utang CGIDalam kesempatan tersebut, Boediono juga menjelaskan soal utang dari CGI yang dinilai sejumlah kalangan sebagai bentuk ketidakkonsistenan dari pemerintah karena terus menambah utang baru. Boediono menjelaskan bahwa yang penting utang dari suatu negara adalah netto keberutangan (indebtedness) suatu negara. Ia menjelaskan, Indonesia memang memiliki utang luar negeri. Tapi Indonesia juga memiliki piutang yakni berupa cadangan devisa yang dipakai membeli surat utang atau treasury milik AS. "Itu sebenarnya piutang. Apalagi kalau kita bayar utang kita ke IMF, netto keberutangan Indonesia itu turun. Jadi apa yang kita pinjam dibanding dengan berapa yang kita bayar," ujarnya. Dari utang US$ 3,9 miliar yang dijanjikan negara CGI, 3 negara donor yakni Bank Dunia, Jepang dan ADB merupakan penyumbang terbesar. Namun Boediono enggan menjelaskan lebih rinci berapa porsi dari ketiga negara donor tersebut. "Angka-angkanya nanti, itu urusan Menkeu," tandasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads