15 Perusahaan Batubara Lolos Prakualifikasi Tender Batubara PLN
Jumat, 16 Jun 2006 20:25 WIB
Jakarta - Lima belas perusahaan tambang batubara lolos prakualifikasi (PQ) tender pengadaan batubara untuk 10 pembangkit PLN. Mereka akan memperebutkan proyek pengadaan batubara sebanyak 21,58 juta ton per tahun."Setelah kita melakukan prakualifikasi dan due diligence ada 15 perusahaan tambang yang lolos," kata Deputi Pembangkit Energi Primer PLN Tony Agus dalam keterangan persnya di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Jumat (16/6/2006).Tony mengatakan, saat PLN membuka tender ada sekitar 26 perusahaan tambang batubara yang mengambil dokumen lelang. "Tapi hanya 20 perusahaan yang mengambil dokumen itu," katanya.Setelah itu, PLN meneliti dokumen lelang yang dikembalikan sehingga ada 15 perusahaan tambang yang memenuhi syarat untuk mengajukan penawaran. mereka adalah PT Berau Coal (Kaltim), PT Arutmin Indonesia (Kalsel), PT Jorong Barutama Greston (Kalsel), PT Baramulia Prima (Sumsel) PT Indexim Coalindo (Kaltim), PT Perkasa Innakakerta (Kaltim), Konsorsium PT Kasih Industri Indonesia dan PT Senamas Energindo Mulya (Kalsel), PT Mantimin Coal Mining (Kalsel), Konsorsium PT Padangbara Sukses Makmur dan PT Bhumi Rantau Energi (Kalsel), PT Surya Sakti Darma Kencana (Kalsel), PT Titan Mining Energy (Jambi), PT Triaryani (Sumsel), PT Tekno Orbit Persada (Kaltim) dan Konsorsium PT Bayan Resources, PT Gunung Bayan Pratama Coal dan PT Bara Tabang (Kaltim), dan Konsorsium PT Maxima Infrastruktur dan PT Anzawara Satria (Kalsel).Mereka nantinya akan mengajukan penawaran untuk pengadaan batubara di 10 pembangkit. Kesepuluh pembangkit itu adalah PLTU Suralaya Baru, PLTU Paiton Baru, PLTU Labuhan, PLTU Teluk Naga, PLTU Jabar Selatan, PLTU Rembang, PLTU Tanjung Awar-awar, PLTU Jatim Selatan dan PLTU Tanjung Jati Baru.Juru bicara PLN Mujo Adjie dalam kesempatan itu menyatakan, nantinya kontrak pengadaan batubara yang akan diperebutkan itu, untuk jangka panjang. "Kontraknya untuk waktu 20 tahun. Dan nantinya, harga itu bisa saja terjadi perubahan sesuai perkembangan," tukasnya.Nantinya hingga tahun 2010 diperkirakan kebutuhan batubara untuk pembangkit milik PLN dan IPP (independen power producer) itu diperkirakan mencapai 71,9 juta ton per tahun.
(mar/)











































