Pede Harga TBS Sawit Naik, Zulhas: Perlu Waktu

ADVERTISEMENT

Pede Harga TBS Sawit Naik, Zulhas: Perlu Waktu

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 18 Jul 2022 14:51 WIB
Mendag Zulkifli Hasan pantau harga minyak goreng curah di Donggala, Sultra. Selain minyak goreng, Mendag Zulhas turut pantau harga bahan pokok lainnya.
Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yakin harga tandan buah segar (TBS) sawit akan naik setelah pemerintah menghapus sementara pungutan ekspor. Namun, untuk mengerek harga tersebut butuh waktu.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan, total produksi crude palm oil (CPO) sendiri sebesar 48 juta ton. Sementara, jika ditambah pasokan sisa pasokan tahun lalu 4 juta ton, maka pasokannya menjadi 52 juta ton.

CPO tersebut digunakan untuk program B30 9 juta ton. Kemudian yang lainnya digunakan untuk produk hilir seperti minyak, margarin dan lain-lain sebanyak 30,6 juta ton.

"Jadi CPO itu kira-kira hanya 3,4 juta. Catat itu ya. Jadi dari 52 juta, yang diekspor dalam bentuk CPO itu hanya 3,4 juta sebetulnya. Sedikit. Tapi itu pun sebenarnya masih terjadi hambatan tanki penuh, sehingga tandan buah segar ini menjadi harganya menjadi murah," katanya, Jakarta, Senin (18/7/2022).

Pemerintah melakukan berbagai upaya agar TBS ini naik. Menurut hitungannya, TBS akan menjadi Rp 2.400 per kg, usai pemerintah menghapus pungutan ekspor.

"Kita akan melakukan segala upaya agar tandan buah segar ini. Saya sudah hitung ya, harusnya harganya Rp 2.400 harusnya. Oleh karena itu, Menteri Keuangan sudah menghapus namanya pungutan ekspor, pungutan ekspor sudah dihapus yang US$ 200 (per ton)-nya sudah dihapus ya," paparnya.

Menurutnya, sudah tidak ada alasan harga TBS anjlok di tingkat petani. Namun, diakuinya, untuk mengerek harga TBS perlu waktu.

"Jadi tidak ada alasan lagi harga buah tandan ini nantinya akan jadi di bawah Rp 2.000. Kalau hitung-hitungan saya harusnya Rp 2.000 sampai Rp 2.400 harga TBS di tingkat petani. Tentu perlu waktu ya karena ini kan baru berlaku 2-3 hari ini," jelasnya.



Simak Video "Kantor Perusahaan Sawit di Lampung Dibakar Massa"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT