ADVERTISEMENT

Sedotan Bambu Sampai Hiasan Perak Made in RI Mejeng di G20

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 19 Jul 2022 16:44 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan kerajinan berbahan perak di pusat kerajinan perak Salim, Kotagede, Yogyakarta, Kamis (24/9/2020). Selama pandemi, pengrajin hanya mengerjakan produk yang dijual berdasarkan pesanan konsumen dari luar negeri.
Ilustrasi Kerajinan Perak (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Jakarta -

Indonesia saat ini memegang Presidensi G20 selama satu tahun yang dimulai sejak 1 Desember 2021 sampai November 2022. Temanya adalah mengangkat tema Recover Together, Recover Stronger.

Dalam acara penyambutan G20 ini beberapa produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sudah berorientasi ekspor mejeng di hadapan seluruh delegasi negara yang menjadi anggota G20.

Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Riyani Tirtoso mengatakan program CPNE ini memiliki tujuan untuk menciptakan eksportir baru dan memajukan komoditas ekspor suatu daerah.

Dia mengatakan UMKM yang ikut dalam pameran tersebut diantaranya Maharani Craft - Bali, yang menawarkan keunikan yang premium untuk kerajinan yang berfungsi sebagai hiasan untuk rumah (home d├ęcor), produk Maharani Craft telah berhasil ekspor produk mereka ke Amerika Serikat, Arab Saudi, Mesir, Jepang dan Korea Selatan, lalu UD Kamasan - Bali.

"Ini bergerak dalam bidang Industri pengecoran logam atau uang kepeng dan asesoris lainnya yang memiliki nilai seni, industri uang kepeng kamasan Bali ini berhasil ekspor ke Negara Malaysia," kata dia dalam siaran pers, Selasa (19/7/2022).

Selanjutnya Runa Jewelry Bali, yang memproduksi kerajinan berbahan dasar perak, Runa berhasil mengekspor produknya berupa aksesoris ke negara Jepang, Amerika Serikat, Inggris dan Italia, selanjutnya UMKM CV Dharma Siadja berdiri sejak tahun 1940 yang memproduksi handicraft atau hiasan rumah khas adat Bali dengan kualitas tinggi, produk mereka telah berhasil mencuri perhatian negara Amerika dan Eropa.

Lalu ada PT Arum Jaya Perdana - Bali, yang menghasilkan produk ramah lingkungan berupa sedotan bambu yang terbuat dari bambu alami dan diproses secara alami, produk Arum saat ini telah berhasil di ekspor ke negara Inggris dan Singapura. Selain itu ada Bali Tangi - Desa Padangsambian Kaja, Denpasar merupakan produsen peralatan spa yang menggunakan bahan-bahan herbal, produk yang ditawarkan antara lain berupa essential oil, natural body scrub dan telah di ekspor ke negara Australia.

"Mitra LPEI lainnya yang turut hadir pada pameran Road to G20 adalah PT Asia Garment Internasional - Denpasar, yang memproduksi sarung batik buatan tangan, kain batik, pakaian batic leisure dengan 100% rayon dan 100% bahan katun yang saat ini telah di ekspor ke tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris dan Italia," jelas dia.

Selain pelaku usaha berasal dari Bali, LPEI pun membawa pelaku usaha dari Yogyakarta dan sekitarnya yaiti Shiroshima - Yogyakarta, merupakan peserta CPNE tahun 2022, brand fashion yang menjadikan batik sebagai pakaian ready to wear dengan menggabungkan unsur tradisional dan modern kontemporer, UMKM Haveltea - Malang, merupakan pembuat minuman yang berasal dari campuran daun teh murni dengan rempah-rempah dan juga buah-buahan, metode dalam membuat produknya mendukung dampak ekonomi yang lebih baik terhadap petani lokal dan perempuan yang tinggal di sekitar pabrik Haveltea.

Lalu Wastraloka merupakan peserta CPNE sejak tahun 2017 asal Klaten yang memproduksi berbagai macam produk kebutuhan rumah tangga dengan menggunakan bahan olahan berasal dari limbah pintu kulkas, produk Wastraloka saat ini telah di ekspor ke beberapa diantaranya Australia, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Hongkong dan UEA.

"Kami berharap produk-produk UMKM yang di tampilkan pada pameran Road to G20 ini dapat menarik perhatian dari para delegasi negara-negara sahabat, sehingga dapat mencerminkan kekuatan Indonesia untuk bangkit dalam menghadapi pandemi dengan semangat dan positif," ujar Riyani.

(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT