ADVERTISEMENT

Semester I-2022, Ekspor Produk Perikanan RI Tembus ke 138 Negara

Inkana Putri - detikFinance
Rabu, 20 Jul 2022 15:50 WIB
Ratusan nelayan Teluk Semaka, Lampung, memanen hasil tangkapan mereka hasilnyapun langsung dijual di Dermaga itu.
Foto: Rio Soebekti
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengantar produk perikanan Indonesia ke 138 negara di seluruh dunia selama semester I 2022. Angka ini melebihi target dari upaya KKP dalam penguatan jaminan mutu dan keamanan produk perikanan melalui penerbitan health certificate (HC).

"Produk perikanan kita sudah bisa diterima di 138 negara dari target 132. Ini menjadi target bagaimana bisa kita pertahankan, jangan sampai ini hilang gara-gara penjaminan kesehatan, penjaminan atas mutu ini tidak baik," ujar Plt Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Hari Maryadi dalam keterangan tertulis, Rabu (20/7/2022).

Hal ini ia sampaikan saat memaparkan capaian kinerja KKP Semester I tahun 2022 di Jakarta, Rabu (20/7).

Dalam kesempatan tersebut, Hari menyampaikan pihaknya telah menerbitkan 72.760 HC pada semester I 2022 untuk menjamin keamanan dan mutu produk perikanan Indonesia. Sementara itu, jumlah produk yang diekspor mencapai 589,81 ribu ton.

Hari pun menambahkan kegiatan ekspor produk perikanan pada semester I memberikan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 29,37 miliar. Adapun sepuluh negara tujuan utama ekspor di antaranya, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, Italia dan Hongkong.

"Jadi PNBP yang masuk dari ekspor saja ya, karena untuk layanan aktivitas domestik tidak ada tarif. Ini lantaran Pak Menteri sangat concern untuk mendukung pelaku usaha khususnya yang di hulu ini bisa berdiri dengan tegak, bisa melangkah dengan baik sehingga tidak dipungut PNBP," papar Hari.

Saat ini, lanjut Hari, telah ada 2.022 unit pengolah ikan (UPI) yang terdaftar di sejumlah negara mitra. Hal ini tentu meningkatkan peluang produk perikanan Indonesia masuk ke pasar ekspor, baik dari sisi volume maupun nilai.

Sementara di sisi pengawasan perlintasan, Heri menyebut pihaknya juga menangani 40 pelanggaran karantina dan keamanan hayati ikan di seluruh Indonesia. Adapun pengawasan ini dilakukan secara terpadu bersama Polri, Bea Cukai, TNI hingga Avsec Angkasa Pura. Hasilnya, terdapat Rp 49,1 miliar sumber daya perikanan yang terselamatkan.

"Sinergi dan kerja sama pengawasan berlangsung cukup baik, dan sangat solid. Selain itu, di internal kita juga meningkatkan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi digital. Mudah-mudahan di semester dua kinerja bisa lebih ditingkatkan," tutupnya.

(akd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT