ADVERTISEMENT

Pentingnya Bonus Demografi: Cara Mencapai dan Pengertiannya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 20 Jul 2022 18:22 WIB
Generasi milenial merupakan tantangan bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia di masa mendatang. Generasi ini lahir disaat era tercanggih teknologi dan internet semakin masif digunakan.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bonus demografi adalah keadaan di mana penduduk berusia produktif lebih besar jumlahnya dari pada penduduk berusia nonproduktif. Sebagaimana diketahui, Indonesia adalah salah satu dari negara yang tengah mengalami bonus demografi. Besarnya populasi berusia produktif dapat bermanfaat dalam mendorong pembangunan.

Menurut Direktur Jenderal Organisasi Buruh Internasional (ILO) Guy Ryder, kita perlu memastikan anak muda memiliki akses ke pekerjaan yang layak agar bisa menangkap peluang bonus demografi. Guy turut menekankan pentingnya akses pada pelatihan khususnya yang bersifat berkelanjutan.

"Ketika kita melihat bonus demografi, itu tidak selalu menjadi suatu hal yang membebani belanja. Khususnya bagi negara berkembang, ini adalah kesempatan untuk membangun perlindungan sosial yang bisa membantu masyarakat kita untuk berlayar di dunia yang menantang dan kompleks," jelas Guy.

Adapun Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury membahas bagaimana pandemi telah mempercepat perubahan termasuk digitalisasi. Semua negara termasuk Indonesia perlu mengembangkan kemampuan dalam sektor digital baik itu telekomunikasi maupun IT.

"Kita harus bisa mengembangkan keterampilan dari para pemuda di Indonesia supaya mereka bisa mengambil kesempatan yang ada. Jadi membuka peluang bukan hanya bagi para bisnis, tetapi juga bagi para pemuda untuk bisa berpartisipasi secara aktif dalam sektor ini," jelas Pahala.

Pahala juga mendorong pemuda untuk turut mengembangkan kemampuan mereka di sektor energi terbarukan dengan mindset yang tidak tradisional atau berorientasi masa depan. Ia menilai, pengembangan kewirausahaan juga tak kalah penting.

"Fokus Indonesia tidak hanya bagaimana kita bisa mengembangkan tenaga kerja masa depan, tetapi juga para entrepreneur masa depan," kata Pahala.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT