Geo Dipa Batal Garap PLTP Sarulla
Senin, 19 Jun 2006 12:08 WIB
Jakarta - Geo Dipa Energi (GDE) mundur sebagai calon penggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla, Sumatera Utara. PLN selanjutnya akan menunjuk pemenang kedua.Plt Dirut PLN, Djuanda Nugraha Ibrahim, menjelaskan, PLN pada 6 Maret 2006 telah melaporkan bahwa GDE telah ditunjuk sebagai preferred bidder dalam pembangunan PLTP Sarulla. "Dalam perjalanan waktu, GDE tidak bersedia memperpanjang proposal dan mengundurkan diri sehingga PLN akan menunjukkan second rank bidder sebagai preferred bidder," jelas Djuanda dalam raker dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2006).Djuanda tidak menyebutkan siapa pemenang kedua dalam tender tersebut. Namun dalam catatan detikcom, pemenang kedua tender itu adalah Medco Energi. GDE ketika itu dinyatakan sebagai preferred bidder mengalahkan Medco karena menawarkan harga jual listrik yang lebih murah.Ketika itu, GDE menawarkan harga listrik PLTP Sarulla adalah US$ 4,455 sen per KWH, sementara Medco US$ 4,642 sen.Namun Djuanda tidak memberi penjelasan lebih lanjut apa alasan GDE mundur. Yang pasti, PLN berharap masalah ini segera diputuskan dan mendapat persetujuan dari Pertamina. "Diharapkan dalam tidak waktu tidak terlalu lama dapat diputuskan dan pengalihannya dapat disetujui oleh Pertamina," jelas Djuanda.GDE merupakan perusahaan patungan antara Pertamina dan PLN dengan penyertaan Pertamina (67%) dan PLN (33%). Dalam kegiatan operasionalnya, perusahaan ini bergerak di bidang panasbumi dan pembangkit tenaga listrik. PLTP Sarulla merupakan satu dari tujuh kontrak listrik swasta yang dinegosiasi ulang akibat krisis tahun 1998. Proyek lainnya adalah PLTP Dieng, PLTP Patuha, PLTP Wayang Windu, PLTP Bedugul, PLTP Kamojang, dan PLTP Karaha Bodas.Semula, PLTP Sarulla dimiliki oleh Unocal dan kemudian dibeli PLN sebesar US$ 60 juta. Saat krisis ekonomi 1998, proyek dengan nilai investasi US$ 250 juta ini dihentikan oleh pemerintah lewat Keputusan Presiden No 39/1997. PLTP Sarulla memiliki kapasitas awal 110 megawatt dan diharapkan bisa meningkat menjadi 400 megawatt. PLTP Sarulla diharapkan bisa memenuhi pasokan listrik ke Sumatera bagian utara.
(qom/)











































