Deptan Minta Tambahan Subsidi Pupuk Urea Rp 1,8 Triliun

Deptan Minta Tambahan Subsidi Pupuk Urea Rp 1,8 Triliun

- detikFinance
Senin, 19 Jun 2006 13:27 WIB
Jakarta - Tingginya permintaan pupuk urea untuk tanaman, membuat Departemen Pertanian (Deptan) mengusulkan tambahan subsidi pupuk urea sebesar Rp 1,881 triliun dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2006.Volume pupuk urea yang diusulkan dalam APBN-P sebanyak 778.514 ton yang dilakukan melalui subsidi gas Rp 357 miliar dan subsidi harga Rp 785 miliar, dengan menggunakan kurs Rp 9.300 per dolar AS."Apabila kedua usulan tambahan anggaran dapat disetujui maka diperlukan dana Rp 1,881 triliun," kata Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian, Sutarto Alimoeso.Hal itu disampaikan Sutarto, dalam rapat gabungan Deptan, BUMN Pupuk dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2006).Permintaan pupuk, ungkap Sutarto, saat ini meningkat signifikan, sedangkan produksi pupuk berkurang.Kurangnya produksi pupuk ini karena terhambatnya pasokan gas, baik jumlah maupun kontinuitasnya. Selain itu juga, rusaknya pabrik pupuk karena sebagian pabrik sudah tua.Penggunaan pupuk juga meningkat akibat pemakaian pupuk di tingkat petani cenderung berlebihan yang tidak sesuai rekomendasi, serta perubahan pola tanam akibat anomali iklim."Juga terjadi penyaluran pupuk bersubsidi di luar peruntukannya. Pupuk bersubsidi merembes ke perkebunan besar, industri dan tambak. Serta munculnya pedagang musiman atau spekulan," tutur Sutarto.Usulan tambahan subsidi pupuk urea ini karena beberapa provinsi telah mengajukan permintaan tambahan. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads