PLN Tagih Lagi Dana Subsidi
Senin, 19 Jun 2006 15:29 WIB
Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali menagih dana pencairan subsidi tahun 2006 sebesar Rp 17 triliun. Dana itu hingga kini belum turun-turun. Sementara dana subsidi tahun 2005 juga masih ada yang belum cair sebesar Rp 3,6 triliun dari total subsidi Rp 12,5 triliun.PLN khawatir lambatnya pencairan subsidi dari pemerintah akan menghambat pasokan BBM dari Pertamina, karena perseroan tidak bisa membayar BBM-nya. PLN hingga kini masih memiliki utang BBM ke Pertamina Rp 16 triliun. "Yang kita mau, subsidi harus segera dicairkan, tagihan dari Pertamina hampir Rp 16 triliun. Pertamina juga katakan, tagihan ini sangat mengganggu cashflow mereka. Takutnya kalau cashflow terganggu suplai BBM ke pembangkit-pembangkit kita juga bisa terganggu," kata Pejabat Pelaksana Tugas Dirut PLN, Djuanda Nugraha IW.Hal itu diungkapkan Djuanda usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2006).Dijelaskan Djuanda, untuk sisa subsidi tahun 2005 yang belum turun Rp 3,6 triliun, pencairannya harus menunggu audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Sedangkan untuk subsidi tahun 2006 yang disepakati pemerintah dan DPR senilai Rp 17 triliun, pencairannya masih menunggu proses.Menurut Djuanda, akibat kenaikan BBM pada tahun 2005 subsidi yang diperlukan PLN bertambah Rp 7 triliun dari semula Rp 17 triliun."Yang pasti Rp 17 triliun plus Rp 7 triliun, itu akibat tarif dasar listrik (TDL) tidak naik, tapi nanti akan dibahas di Panitia Anggaran (DPR)," tutur Djuanda.
(ir/)











































