ADVERTISEMENT

Diangkat Ahok, Ini Rekam Jejak Eks Dirut MRT Jakarta William Sabandar

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 22 Jul 2022 17:42 WIB
Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta William P Sabandar
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merombak susunan direksi PT MRT Jakarta per 22 Juli 2022. Perombakan itu menghentikan William Sabandar yang sebelumnya menjadi Direktur Utama dan digantikan oleh Mohamad Apriandy.

Sebelumnya, William diangkat menjadi Dirut pada Oktober 2016 oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Selama 5 tahun menjabat Dirut MRT, William mengawal percepatan pembangunan MRT fase I dan memulai pembangunan fase II MRT Jakarta.

Mengutip laman PT MRT Jakarta, Jumat (22/7/2022), latar belakang pendidikan William juga di sektor transportasi. Ia menyelesaikan kuliah dan mendapat gelar master dalam bidang Teknik Transportasi dari University of New South Wales, Australia pada 1999-2000.

Kemudian, juga mendapatkan gelar doktor Transport Geography dari University of Carterbury, New Zealand pada 2001-2004.

Dalam perjalanan karirnya, William sempat menjabat selama empat tahun sebagai Kepala Rekonstruksi Kepulauan Nias pada 2005-2009. Posisi itu didapat pasca tsunami dan gempa bumi meluluhlantakkan kepulauan tersebut.

Setelah sukses menangani pemulihan Nias, William ditugaskan sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal ASEAN sekaligus sebagai Kepala Operasi Rekonstruksi Myanmar pasca bencana skala besar Siklon Nargis di Ayeyarwady Delta (2009-2010). Ia lalu ditunjuk sebagai Director of Corporate Affairs ASEAN Secretariat (2011-2012).

William juga pernah menjabat sejumlah posisi di pemerintahan pusat, mulai dari Asisten Ahli Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) pada 2012-2014, Deputi Operasional Badan Pengelola Reduksi Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Lahan (REDD+) pada 2014-2015.

Lalu pernah juga menjadi Penasehat Senior Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Satgas Nasional untuk Percepatan dan Pengembangan Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (2015-2016).

Selama melaksanakan tugasnya di pemerintahan pusat, ia aktif mendorong kerja sama internasional antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil di berbagai bidang, termasuk agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals 2030).

Tidak hanya itu, William juga diketahui aktif dalam inisiatif global untuk mitigasi perubahan iklim maupun kemitraan dunia untuk mempercepat pengembangan energi bersih dan terbarukan.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT