ADVERTISEMENT

Mau Peluang Usaha Tanpa Banyak Modal? Cobain Bisnis Ini

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 22 Jul 2022 15:48 WIB
Ilustrasi Asuransi
Foto: istock
Jakarta -

PT Sun Life Financial Indonesia menyebut asuransi kesehatan kian diminati. Meski demikian, literasi keuangan masyarakat terhadap asuransi masih minim.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), premi untuk industri asuransi umum pada kuartal I 2022 mencapai Rp 22,42 triliun atau naik 7,9 persen secara tahunan (yoy). Di antara lini bisnis asuransi umum, asuransi kesehatan tumbuh paling tinggi, yakni 44,2 persen (yoy) atau mencapai Rp 2,27 triliun di kuartal I 2022.

Sementara dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selama tahun lalu penetrasi asuransi, yakni jumlah rasio dana di industri asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB) di Indonesia, baru mencapai 3,18 persen. Ini meliputi penetrasi asuransi jiwa 1,19 persen, asuransi umum 0,47 persen, asuransi sosial 1,45 persen, dan asuransi wajib 0,08 persen.

Chief Agency Officer Sun Life Indonesia, Wirasto Koesdiantoro, mengatakan bahwa saat ini kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memiliki perlindungan kesehatan sedini mungkin masih rendah.

"Ini merupakan salah satu tantangan yang muncul karena kurangnya pemahaman di banyak kalangan. Melalui rangkaian program Recruit, Reactivate and Reposition atau 3R ini, kami ingin memaksimalkan peran kami dalam mendorong pemerataan akses bagi masyarakat secara lebih luas," ujar Wirasto dalam keterangannya, Jumat (22/7/2022).

Dia melanjutkan, Sun Life terus berkomitmen dan berinisiatif untuk mendukung pemerataan edukasi dan akses masyarakat terhadap proteksi kesehatan. Selain itu juga akan menciptakan peluang usaha ke seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan Sun Life yaitu mengadakan program literasi dan inklusi keuangan 3R di sejumlah kota di Indonesia. Di kesempatan ini, para peserta juga dapat langsung mendaftarkan diri dan bergabung sebagai tenaga pemasar asuransi Sun Life maupun mengaktifkan kembali status keanggotaan bagi tenaga pemasar yang berstatus rehat.

"Inisiatif yang menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan edukasi dan akses terhadap proteksi kesehatan serta menciptakan peluang usaha ke seluruh lapisan masyarakat ini akan terus berlanjut hingga Agustus 2022 dengan menjangkau total 15 kota di Indonesia," jelasnya.

Wirasto menuturkan, berbisnis sebagai tenaga pemasar asuransi di Sun Life merupakan peluang usaha yang menarik, karena tidak membutuhkan modal besar, minim risiko, serta berkelanjutan. Menurutnya, tenaga pemasar memiliki waktu kerja yang fleksibel dan berkesempatan memiliki jumlah pendapatan yang tidak terbatas.

"Selain itu, mereka juga dapat membantu sesama dengan berperan dalam memberikan edukasi akan pentingnya memiliki proteksi dan perencanaan keuangan untuk masa depan," katanya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT