ADVERTISEMENT

Rusia & Ukraina Bakal Teken Kesepakatan Ekspor Gandum

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 22 Jul 2022 22:45 WIB
Larangan Eskpor India Memaksa Bangladesh Beli Gandum dari Rusia
Foto: DW (News): Ukraina, Rusia, PBB Berunding di Turki Bahas Ekspor Gandum
Jakarta -

Jalur perdagangan Ukraina bakal dibuka kembali di tengah berkecamuknya perang dengan Rusia. Ukraina dan Rusia dilaporkan akan segera menandatangani kesepakatan pembukaan kembali pelabuhan Laut Hitam Ukraina untuk ekspor biji-bijian.

Dilansir dari Reuters, Jumat (22/7/2022), laporan ini didapatkan dari pihak Turki dan PBB yang mengawal perbincangan antara Rusia dan Ukraina. Kabar ini meningkatkan harapan untuk penyelesaian krisis pangan internasional setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina.

Kantor berita Rusia TASS telah melaporkan tiga pelabuhan Ukraina termasuk pusat ekspor terbesar Odesa akan dibuka kembali.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam unggahannya di Twitter pada hari Kamis menyatakan pertemuan dan perjanjian yang dilakukan antara Rusia dan Ukraina ini bakal menjadi jalan keluar untuk masalah global.

"Pertemuan hari Jumat di Istanbul akan menandai langkah pertama untuk memecahkan krisis pangan saat ini," kata Cavusoglu.

Meski begitu, perang tetap lah bergejolak di Ukraina. Pertempuran terus berlanjut di timur Ukraina. Hal ini menggarisbawahi permusuhan dan ketidakpercayaan yang mendalam antara dua negara tersebut.

Seorang penasihat Presiden Ukraina mengatakan tidak akan menandatangani dokumen apapun dengan Rusia melainkan hanya kesepakatan paralel tentang ekspor biji-bijian dengan PBB.

Blokade Laut Hitam oleh armada angkatan laut Rusia telah memperburuk gangguan rantai pasokan global dan memicu inflasi tinggi dalam harga pangan dan energi.

Sekitar 20 juta ton biji-bijian diperkirakan terjebak dalam gudang penyimpanan silo di Odesa, Ukraina. Lusinan kapal pengangkut juga telah terdampar di pelabuhan gegara serangan Rusia.

PBB dan Turki telah bekerja selama dua bulan untuk menengahi kesepakatan ini. Turki, anggota NATO yang memiliki hubungan baik dengan Rusia dan Ukraina, mengendalikan selat yang mengarah ke Laut Hitam dan telah bertindak sebagai mediator dalam masalah ekspor biji-bijian.

(hal/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT