ADVERTISEMENT

Sssttt... Ada Bocoran Nih, AS Impor 39 Ribu Ton Pupuk Rusia

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 22 Jul 2022 22:58 WIB
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) kembali melakukan ekspor produk pupuk urea dan amonia ke luar negeri. Keuntungannya pun mencapai Rp 111 miliar.
Ilustrasi/Foto: Danang Sugianto
Jakarta -

Meski hubungannya dengan Rusia sedang memanas, Amerika Serikat (AS) masih mengimpor produk pupuk cair dari Rusia. Sebuah kapal tanker yang membawa produk pupuk cair dari Rusia akan tiba di AS dalam waktu dekat.

Hal ini dilaporkan oleh Reuters, dilansir Jumat (22/7/2022). Pengiriman pupuk ini dilakukan pada saat kekhawatiran soal harga pupuk global yang tinggi dapat menyebabkan kekurangan pangan.

Sumber dan data Refinitiv Eikon menunjukkan kapal tanker berbendera Liberia, Johnny Ranger dijadwalkan tiba di New Orleans pada hari Senin. Kapal ini membawa sekitar 39.000 ton larutan urea amonium nitrat, pupuk yang diproduksi dengan menggabungkan urea, asam nitrat dan amonia. Muatan pupuk di Kapal itu dipasok bulan lalu di St. Petersburg, Rusia.

Rincian tentang penjual dan pembeli tidak segera tersedia. Departemen Keuangan AS dan badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pun menolak berkomentar.

Pemerintahan Presiden Joe Biden sendiri memang belum memasukkan daftar hitam komoditas pertanian Rusia, termasuk pupuk setelah invasi Ukraina. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan Amerika Serikat tidak pernah memberikan sanksi makanan atau barang pertanian dari Rusia.

"Tidak seperti pemerintah Rusia, kami tidak tertarik mempersenjatai makanan untuk menciptakan krisis kemanusiaan dengan mengorbankan populasi yang rentan," kata pejabat tersebut.

Namun, sejauh ini umumnya banyak bank dan pedagang AS menghindari pasokan Rusia karena takut melanggar aturan yang berubah dengan cepat.

Rusia dan Ukraina adalah eksportir utama pupuk yang menjadi kunci untuk menjaga hasil pertanian jagung, kedelai, beras dan gandum di seluruh dunia tetap terjaga. Petani telah mengurangi penggunaan pupuk karena harga yang tinggi, dan memangkas luas lahan yang akan mereka tanam.

Sanksi non-makanan AS akan tetap berlaku sampai Presiden Rusia Vladimir Putin menghentikan perang di Ukraina, tambah orang itu.

Minggu ini, Komisi Perdagangan Internasional A.S. mencabut bea anti-dumping dan anti-subsidi yang besar dan kuat atas pupuk urea amonium nitrat dari Rusia dalam upaya untuk mengurangi kekurangan pupuk dan kenaikan harga.

"Pertemuan hari Jumat di Istanbul akan menandai langkah pertama untuk memecahkan krisis pangan saat ini," kata Cavusoglu.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

Meski begitu, perang tetap lah bergejolak di Ukraina. Pertempuran terus berlanjut di timur Ukraina. Hal ini menggarisbawahi permusuhan dan ketidakpercayaan yang mendalam antara dua negara tersebut.

Seorang penasihat Presiden Ukraina mengatakan tidak akan menandatangani dokumen apapun dengan Rusia melainkan hanya kesepakatan paralel tentang ekspor biji-bijian dengan PBB.

Blokade Laut Hitam oleh armada angkatan laut Rusia telah memperburuk gangguan rantai pasokan global dan memicu inflasi tinggi dalam harga pangan dan energi.

Sekitar 20 juta ton biji-bijian diperkirakan terjebak dalam gudang penyimpanan silo di Odesa, Ukraina. Lusinan kapal pengangkut juga telah terdampar di pelabuhan gegara serangan Rusia.

PBB dan Turki telah bekerja selama dua bulan untuk menengahi kesepakatan ini. Turki, anggota NATO yang memiliki hubungan baik dengan Rusia dan Ukraina, mengendalikan selat yang mengarah ke Laut Hitam dan telah bertindak sebagai mediator dalam masalah ekspor biji-bijian.

(hal/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT