ADVERTISEMENT

Bamsoet Jajaki Beli Pesawat CN-235 untuk Kargo Black Stone Airline

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Sabtu, 23 Jul 2022 22:15 WIB
Bamsoet Jajaki Beli Pesawat CN-235 untuk Kargo Black Stone Airline
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus pendiri maskapai penerbangan Cargo Black Stone Airline (Asia Cargo Network Group) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan pihaknya tengah menjajaki pembelian satu pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia untuk keperluan pengiriman cargo dan logistik. Mengingat selama ini pengiriman kargo kendaraan roda empat masih mengandalkan kapal laut.

Menurutnya, langkah ini sekaligus untuk mendorong penggunaan pesawat produksi dalam negeri. Sehingga diharapkan dapat ikut berkontribusi bagi perekonomian nasional.

"Pemasukan dari pembelian pesawat, pajak dan lain-lain pada ujungnya akan menjadi peningkatan penerimaan negara dan menjadi penyangga perekonomian nasional di tengah krisis pasca pandemi COVID-19," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (23/7/2022).

Dia menegaskan pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia tidak kalah dengan pesawat pabrikan luar negeri, seperti Boeing ataupun Airbus. Termasuk dari segi jaminan keamanannya.

"Dari segi keamanan sendiri, menggunakan produk dalam negeri jauh lebih safety dari kebocoran atau pencurian data strategis nasional. Juga terhindar pada ketergantungan impor komponen, perawatan dan lain-lain," lanjutnya.

Karena itu, Bamsoet meminta kementerian ataupun pihak swasta tak perlu ragu menggunakan pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional.

"Sesuai anjuran Presiden Joko Widodo kita harus mencintai serta menggunakan produk-produk dalam negeri. Sehingga mampu menaikan tingkat konsumsi dalam negeri serta mengoptimalkan pasar dalam negeri dan daya beli masyarakat untuk mendongkrak perekonomian nasional," kata Bamsoet.

Saat berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia, di Bandung, Kepala Badan Polhukam Kamar Dagang & Industri (KADIN) Indonesia ini menjelaskan PT Dirgantara Indonesia telah mampu memproduksi berbagai jenis pesawat terbang untuk memenuhi kebutuhan maskapai penerbangan sipil, operator militer maupun kebutuhan misi khusus. Adapun pesawatnya sendiri dapat digunakan untuk kebutuhan pertanian, militer, evakuasi medis, surveilans hingga kebutuhan search and rescue.

"Sejak berdiri di tahun 1976, PT Dirgantara Indonesia telah mampu memproduksi sebanyak 465 pesawat berbagai tipe. Antara lain, CN-235, CN-295, NC-212 serta N-219 Nurtanio. Sementara, untuk helikopter sudah diproduksi Superpuma, Bell 412EP, AS-550 dan AS-565 MBE. Pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia tidak hanya digunakan dalam negeri saja, tetapi sudah banyak digunakan di negara lain, seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Nepal, Pakistan, Senegal, Turki, Burkina Faso, Guinea, Venezuela serta Uni Eropa Arab," tuturnya.

Di samping itu, Ketua DPR RI ke-20 ini juga mendorong PT Dirgantara Indonesia memberdayakan masyarakat sekitar untuk menyuplai kebutuhan material pembuatan pesawat. Sebab menurutnya material seperti baling-baling, baut serta beberapa material lain bisa diproduksi oleh industri rumahan.

"Saatnya PT Dirgantara Indonesia memberdayakan masyarakat sekitar dengan terlibat dalam pembuatan kebutuhan material pesawat yang diproduksi. Tentunya, dengan pembinaan dan pengawasan dari PT Dirgantara Indonesia. Bukan tidak mungkin nanti misalnya ada kampung baling-baling, kampung baut, atau kampung komponen lainnya," ungkapnya.

(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT