Jamkrindo Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital agar Naik Kelas

ADVERTISEMENT

Jamkrindo Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital agar Naik Kelas

Yudistira Imandiar - detikFinance
Senin, 25 Jul 2022 08:30 WIB
Jamkrindo
Foto: Dok. Jamkrindo

Putrama menjabarkan di tengah tantangan pandemi, Jamkrindo membukukan pertumbuhan bisnis yang positif. Berdasarkan laporan kinerja keuangan tahun 2021 yang diaudit KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan (firma anggota jaringan global PWC), Jamkrindo membukukan laba bersih 2,3 kali lipat atau Rp 1,07 triliun, naik 134% dari posisi 2020 sebesar Rp 456,13 miliar. Kenaikan tersebut didongkrak oleh besarnya volume penjaminan Jamkrindo sampai dengan periode Desember 2021 yang mencapai Rp 247,61 triliun.

Adapun dari sisi cadangan klaim, Jamkrindo mencatatkan cadangan klaim sebesar Rp 5,66 triliun atau naik 41% dari tahun sebelumnya, dengan memiliki cash flow operasi positif. Pertumbuhan pencadangan klaim ini merupakan strategi perusahaan untuk memitigasi risiko dan menjaga kinerja perusahaan di tahun berikutnya.

"Pembentukan cadangan klaim yang kuat menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga service excellent pembayaran klaim kepada mitra bisnis secara tetap waktu dan tepat jumlah, sehingga dengan demikian kepercayaan dan reputasi perusahaan selalu terjaga baik dengan pengelolaan risiko bisnis yang terukur, sehat dan terkendali," papar Putrama.

JamkrindoFoto: Dok. Jamkrindo

Dari sisi aset, Jamkrindo mencatatkan aset pada 2021 sebesar Rp 25,35 triliun, naik 33 % dari tahun sebelumnya sebesar Rp 19,12 triliun. Adapun ekuitas tercatat Rp 12,83 triliun naik sebesar 45% dari tahun sebelumnya Rp 8,86 triliun dengan Return on Equity (ROE) sebesar 9,83% atau naik 89% dari tahun sebelumnya.

Program pemerintah menjadi motor penggerak penjaminan Jamkrindo dengan rincian penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 144,87 triliun dan penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 17,63 triliun.

Putrama menyebut laporan keuangan ini mencerminkan upaya Jamkrindo dalam pengembangan digitalisasi produk dan transformasi. Ia menekankan transformasi dalam manajemen sumber daya manusia, organisasi, tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan, sistem teknologi informasi, bisnis dan operasional, serta keuangan telah berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya, serta menghantarkan layanan prima. Kinerja positif Jamkrindo di tengah masa pandemi, ungkap Putrama, menunjukkan transformasi yang dijalankan mampu menciptakan resiliensi untuk memastikan going concern perusahaan.


(akd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT