ADVERTISEMENT

Bamsoet Sebut Industri Direct Selling Bisa Dorong Ekonomi RI

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Minggu, 24 Jul 2022 17:36 WIB
Bamsoet
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai industri penjualan langsung (direct selling) merupakan model bisnis yang potensial untuk menggerakkan perekonomian nasional. Menurut Bamsoet bisnis penjualan langsung memberikan peluang bagi masyarakat untuk bangkit dan menjalankan bisnis, serta membangun kemandirian ekonomi.

"Selama lebih dari dua tahun perekonomian nasional terpukul oleh dampak pandemi. Data Kementerian Tenaga Kerja mencatat hingga Agustus 2021, lebih dari 538 ribu pekerja telah mengalami pemutusan hubungan kerja. Bahkan secara global, pandemi menjadi salah satu pemicu banyaknya negara mengalami krisis ekonomi berkepanjangan, di mana 60 negara terancam menjadi negara bangkrut," jelas Bamsoet saat membuka Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Exhibition, di Jakarta, Minggu (24/7/2022).

Ketua DPR RI ke-20 itu menjelaskan keberadaan APLI sebagai organisasi yang mewadahi berbagai perusahaan yang bergerak di bidang penjualan langsung memiliki peran penting dan strategis dalam perekonomian nasional. Ia menyebut berbagai catatan positif dan kontribusi sektor penjualan langsung terhadap perekonomian nasional ini dapat dirujuk dari berbagai perspektif.

"Besarnya transaksi penjualan langsung pada tahun 2019 mencatatkan angka 16,3 triliun rupiah. Nilai ini tentu bermakna besar bagi pertumbuhan perekonomian nasional. Apalagi sektor industri penjualan langsung juga melibatkan jutaan mitra usaha," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia itu memaparkan APLI memiliki karakter bisnis yang tangguh dan adaptif. Ketika era disrupsi teknologi dan berkembangnya paradigma digitalisasi ekonomi telah menyebabkan banyak sektor bisnis yang terdampak dan terpaksa gulung tikar, sektor industri penjualan langsung masih tetap dapat eksis, dan dapat dijalankan secara efektif dengan pemanfaatan teknologi informasi.

"APLI juga memiliki fleksibilitas bisnis yang bisa menjangkau dan dijalankan oleh banyak kalangan dan kelompok profesi. Bahkan oleh ibu rumah tangga, mahasiswa dan pelajar. Bagi mereka, keterlibatan dalam bisnis penjualan langsung tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial, melainkan juga melatih jiwa kewirausahaan," urai Bamsoet.

Bamsoet menambahkan penyelenggaraan APLI Exhibition merupakan bentuk kontribusi lain dari APLI dalam membangkitkan perekonomian nasional. Acara itu sekaligus untuk membina anggota dan membangun iklim usaha yang sehat dan berkesinambungan, sekaligus memberikan wadah bagi pelaku usaha untuk memamerkan lalu mengembangkan usahanya.

"Saya mengapresiasi setiap upaya yang dilakukan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka membangun optimisme dan mendorong terwujudnya iklim bisnis yang positif. APLI harus mampu memberikan nilai kemanfaatan dan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya serta menyumbangkan kontribusi positif pada perekonomian nasional," ujar Bamsoet.

(fhs/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT