ADVERTISEMENT

Ogah Ngandalin China, Biden Pengin Aturan Produksi Cip Disahkan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 26 Jul 2022 09:28 WIB
Presiden AS Joe Biden dan sejumlah pemimpin negara Eropa hadiri rapat yang digelar di Belgia. Dalam rapat itu, mereka membahas invasi Rusia ke Ukraina.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertemu dengan petinggi Lockheed Martin dan Medtronic, serta pimpinan buruh secara virtual. Pertemuan ini sebagai upaya pemerintah mendorong undang-undang terkait dengan peningkatan industri semikonduktor.

"Kongres harus meloloskan RUU ini sesegera mungkin," kata Biden seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/7/2022).

"Ada keharusan ekonomi.... RUU ini akan membebani upaya untuk membuat semikonduktor," tambahnya.

Pemimpin mayoritas Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menunda pemungutan suara karena masalah cuaca buruk hingga Selasa pukul 11.00 waktu setempet.

Lebih lanjut, RUU mencakup sekitar US$ 52 miliar dalam bentuk subsidi untuk produksi semikonduktor AS, serta kredit pajak baru 25% selama empat tahun untuk mendorong perusahaan membangun pabrik semikonduktor AS. Kredit pajak diperkirakan bernilai sekitar US$ 24 miliar. Ketentuan lain termasuk program hibah US$ 1 miliar untuk kelompok lain yang terus-menerus tertekan.

CEO Lockheed Martin James Taiclet mengatakan kepada Biden bahwa pasokan chip yang kuat sangat penting bagi keamanan dn kesehatan industri pertahanan dan dirgantara.

"Sangat penting untuk keamanan nasional dan kesehatan basis industri pertahanan dan industri kedirgantaraan secara keseluruhan," katanya.

RUU itu bertujuan untuk mengatasi kekurangan pasokan yang telah mengganggu produksi di industri termasuk mobil, elektronik, peralatan medis dan senjata berteknologi tinggi.

"Ini tentang investasi di Amerika Serikat," kata Menteri Perdagangan Gina Raimondo yang ikut dalam acara tersebut.

"Amerika telah menjadi sangat bergantung pada China terutama untuk chip yang digunakan di pesawat terbang, peralatan medis, dan mesin industri," tambahnya.



Simak Video "Waspadai Rusia, AS Perkuat Militernya di Kawasan Eropa "
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT