2005, Garuda Rugi Rp 688 Miliar

2005, Garuda Rugi Rp 688 Miliar

- detikFinance
Selasa, 20 Jun 2006 13:40 WIB
Jakarta - Perusahaan penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia mencatat rugi bersih sepanjang tahun 2005 Rp 688 miliar. Kerugian ini lebih kecil 15 persen dibanding tahun 2004 yang mencapai Rp 811 miliar.Sedangkan pendapatan usaha Garuda tahun 2005 mencapai Rp 11,538 triliun dengan beban usaha Rp 12,4 triliun. Kinerja keuangan Garuda ini berdasarkan laporan keuangan 2005 yang sudah diaudit."Namun dari kondisi Garuda yang memang harus diselamatkan, penurunan kerugian itu belum tetap menolong, masih harus mendapatkan hasil yang lebih baik, " ujar Komisari Garuda, Aries Mufti kepada wartawan di Kantor Pusat Garuda, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (20/6/2006).Aries pada Senin kemarin (19/6/2006) telah menyatakan mundur secara lisan dari jabatan Komisaris Garuda, karena mengaku tidak sanggup lagi memperbaiki Garuda.Menurut Aries saat ini load factor Garuda baru mencapai 60-70 persen. Ini masih harus ditingkatkan lagi menjadi 80 persen."Jadi masih harus mengejar, artinya seat load factor Garuda harus mencapai 80 persen, dan memang pesaing Garuda load factor-nya sudah 80 persen," ujarnya.Supaya Garuda bisa selamat, ungkap Aries, yang harus dilakukan pertama adalah meningkatkan pendapatan Garuda menjadi Rp 14 triliun. Selain mengurangi beban utang yang tidak produktif."Kesanggupan Garuda membayar utang per tahun dengan kondisi sekarang hanya US$ 36 juta, tapi kita harus membayar US$ 110 juta. Jadi kita bisa melihat makanya tahun kemarin Garuda gagal dalam membayar pokok utang," ujarnya.Kedua, menurunkan biaya operasional seperti biaya bensin dan biaya dari sisi karyawan. "Karena inefiseinsi di tubuh Garuda sekitar 30 persen dari berbagai hal dari termasuk dari utang dan biaya Garuda yang melebihi rata-rata industri," ujarnya. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads