Pasokan Gas Petrokomia Gresik Terancam
Selasa, 20 Jun 2006 16:40 WIB
Jakarta - Kesulitan pasokan gas untuk industri pupuk makin menjadi-jadi. Pabrik pupuk, PT Petrokimia Gresik juga tak luput dari gangguan pasokan yang bisa mengancam operasi pabrik.Dirut Petrokimia Gresik, Arifin Tasrif mengkhawatirkan, pasokan gas untuk perusahaan tidak akan cukup sampai bulan Oktober 2006.Pabrik yang mengalami gangguan pasokan tersebut adalah produksi pupuk urea, sebagian produksi pupuk ZA dan sebagian lagi produksi pupuk NPK."Indikasinya telah terjadi penurunan pasokan gas dari sumur Kangeang," ujar Arifin di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/6/2006).Saat ini, ungkap Arifin, perseroan tengah mengusahakan pasokan gas dari pihak lain, namun pasokan itu dipastikan bukan berasal dari swap (pengalihan) gas dari pabrik pupuk lainnya."Kami telah koordinasi dengan BP Migas, mereka berjanji akan mencarikan. Tidak dengan cara swap, tapi didapat dari sumber gas di Jawa Timur (Jatim) meskipun harganya lebih mahal," ungkap Arifin. Jika pasokan gas terhenti, ungkap Arifin, maka produksi pupuk urea yang sebesar 400 ribu ton untuk wilayah Jatim akan terganggu.Saat ini saja pasokan gas ke Petrokimia yang rata-rata 80 persen terus menurun hingga 60 persen.
(ir/)











































