Pertamina Sesalkan BPH Migas

Pertamina Sesalkan BPH Migas

- detikFinance
Selasa, 20 Jun 2006 20:02 WIB
Jakarta - Pertamina menyesalkan pernyataan Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) soal dugaan potensi kerugian negara karena mahalnya ongkos angkut BBM dari Terminal Transit Wayame ke Depot Timika. Pernyataan itu dinilai tidak berdasar dan merugikan Pertamina."Pertamina justru melakukan pemotongan ongkos angkut pada jalur distribusi Wayame ke Timika," kata Juru Bicara Pertamina M Harun dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Selasa (20/6/2006). Menurut Harun, ongkos angkut berdasarkan hasil studi yang dilakukan Universitas Indonesia menetapkan Rp 475 per liter telah dipangkas hingga menjadi Rp 235 per liter. "Ini upaya efisiensi untuk menurunkan biaya distribusi," tegasnya.Pertamina meminta anggota dan pengurus BPH Migas dalam mengeluarkan pendapat lebih mewakili institusi dibanding menonjolkan kepentingan pribadi sehingga BPH Migas dapat melaksanakan tugas sesuai perundangan yang berlaku. Pertamina juga meminta BPH tidak melakukan intervensi terhadap keputusan operasi badan usaha terlebih lagi didasarkan adanya kepentingan bisnis pihak tertentu. Dengan demikian BPH sebagai regulator dapat menjadi wasit yang arif dalam mengawasi para pemain di bisnis hilir.Mekanisme pembayaran subsidi yang dilakukan Pemerintah saat ini menganut pola MOPS/Mid Oil Platt Singapura plus alpha yang besarannya telah ditentukan Pemerintah berdasarkan Wilayah Distribusi Niaga (WDN). Oleh karenanya Pertamina sangat berkepentingan menekan biaya distribusi BBM agar memperoleh margin keuntungan yang baik. Hal inilah yang terus dilakukan Pertamina sehingga berbagai upaya dilakukan termasuk menekan ongkos angkut dari TTW ke Timika. Upaya Pertamina menekan ongkos angkut ini mendapat reaksi dari beberapa pengusaha karena dianggap mengurangi keuntungan bisnis. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads