ADVERTISEMENT

Oleh-oleh Jokowi: Toyota Mau Tambah Investasi Rp 21 T, Mitsubishi Rp 10 T

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 28 Jul 2022 12:28 WIB
Pekerja melakukan proses pembuatan mesin mobil di Pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia Karawang, Jawa Barat, Senin (7/3/2016). Dengan diresmikannya engine plant ketiga ini, TMMIN memiliki total jumlah 5 pabrik di Indonesia, baik untuk produksi mesin dan perakitan kendaraan. Engine plant ketiga ini akan menjadi basis produksi mesin untuk lokal dan juga diekspor ke lima negara. Total investasi di engine plant ketiga ini menghabiskan Rp 2,3 triliun.Rencananya akan menjadi basis produksi mesin kode NR khususnya tipe R-NR. Mesin tipe R-NR ini adalah mesin bensin yang bisa menggunakan bahan bakar ethanol.
Foto: Agung Phambydhy
Jakarta -

Perusahaan-perusahaan raksasa otomotif jepang seperti Mitsubishi Motors Corp (MMC) dan Toyota Motor Corp (TMC) akan menambah kucuran dana investasinya di Indonesia. Informasi itu merupakan salah satu hasil dari kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jepang.

Hal ini dikemukakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keterangan pers usai Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, seperti dikutip melalui tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (28/7/2022).

Airlangga mengatakan, rencananya akan masuk lagi investasi dari MMC sebesar Rp 10 triliun, sementara dari TMC sebesar Rp 21 triliun. Melalui kunjungan Presiden tersebut, RI berupaya menunjukkan komitmennya untuk ekspansi di sektor otomotif.

"Terkait investasi, rencana investasi baik dari Mitsubishi Motor sebesar Rp 10 triliun, Toyota Group sebesar Rp 21 triliun, dan ini disampaikan. Presiden hadir di acara ekspor baik oleh Mitsubishi maupun Toyota dan itu menunjukkan komitmen Indonesia untuk ekspansi di sektor otomotif," ujar Airlangga.

Tidak hanya itu, Airlangga menambahkan, Jokowi juga meminta Jepang segera menyelesaikan proyek providing ground dalam bentuk sirkuit di Bekasi. Proyek yang memiliki nilai investasi sebesar Rp 1,81 triliun ini perlu dipercepat demi kepentingan ekspor otomotif RI.

"Presiden minta proyek proving ground di Bekasi yang merupakan pengetesan otomotif dalam bentuk sirkuit dengan investasi sebesar Rp 1,81 triliun dan ini juga dilakukan oleh Toyota, diminta untuk dilakukan percepatan. Menjadi penting untuk ekspor otomotif Indonesia. Beberapa negara lain seperti Thailand maupun Vietnam sudah memilikinya," katanya.

Perlu diketahui pula, dalam kunjungannya ke Tokyo ini, Jokowi juga menghadiri Forum CEO dan bertemu dengan sekitar 10 CEO perusahaan ternama Jepang. Pada kesempatan itu, perusahaan-perusahaan Jepang tersebut akan berinvestasi di Indonesia sebesar Rp 75,4 triliun tahun depan.

"Kita bisa deal bisnis dan bisa direalisasikan tahun depan sebesar US$ 5,2 miliar atau setara Rp 75,4 triliun. Ini investasi baru, khususnya di bidang pembangunan metanol, pembangunan ekspansi mobil, kemudian energi baru terbarukan," ujar Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melalui melalui tayangan Youtube Sekretariat Presiden.



Simak Video "Gagah! Ini Ubahan Interior di Mitsubishi Xpander Cross Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT