Pilot Project Pengalihan Elpiji Dimulai Agustus
Rabu, 21 Jun 2006 11:44 WIB
Jakarta - Kendati hingga kini Peraturan Presiden (Perpres) soal pengalihan minyak tanah ke elpiji belum turun, namun Pertamina mulai Agustus 2006 nanti mulai melakukan uji coba. Uji coba akan dilakukan di wilayah DKI Jakarta terlebih dulu.Dalam uji coba ini nantinya akan disalurkan sekitar 1.300 tabung elpiji yang berukuran 3 kilogram. Dengan masuknya tabung elpiji sebesar itu, maka akan dapat menggantikan minyak tanah sebesar 8 kiloliter.Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal menyatakan, Pertamina sengaja untuk melakukan uji coba untuk mengetahui terlebih dulu kesiapan masyarakat untuk pengalihan minyak tanah ke elpiji."Kita memang tidak menunggu keluar peraturan dulu. Kita akan membuat pilot project terlebih dulu," ujarnya.Faisal menyatakan, harga elpiji nantinya akan tetap dipertahankan dengan harga Rp 4.250 per kilogram. "Makanya tetap akan ada subsidi dengan harga sebesar itu. Subsidi minyak tanah ini yang dialihkan ke elpiji," katanya.Harga elpiji di pasar spot saat ini, kata Faisal, berkisar antara Rp 6.000 hingga Rp 6.500 per kilogram. "Kalau dihitung-hitung, subsidi minyak tanah jauh lebih mahal ketimbang elpiji, bisa dua kali lipat," ujarnya.Juru bicara Pertamina M Harun menyatakan, Pertamina belum dapat memastikan daerah mana di Jakarta yang akan dijadikan pilot project elpiji ini. "Kemungkinan sih di Jakarta Pusat," katanya.Begitu juga soal distribusi tabungnya, apakah tabungnya diberikan gratis atau tidak, masih dalam pembahasan dan akan dicocokkan dengan rencana pemerintah. "Pemerintah sih rencananya mau memberikan gratis untuk kompor dan tabungnya," tutur Harun kepada detikcom, Rabu (21/6/2006).Jika memang diberikan secara gratis, kemungkinan juga nantinya kompor minyak tanah milik masyarakat yang mendapatkan tabung dan kompor elpiji akan ditarik. "Tapi kita masih tunggu pemerintahlah," urainya.
(mar/)











































