Perusahaan Otomotif Jepang dan Eropa Lirik Indonesia
Rabu, 21 Jun 2006 17:48 WIB
Jakarta - Setelah ada 1 perusahaan mobil raksasa asal AS akan berinvestasi di Indonesia, kini ada 3 perusahan otomotif dari Eropa dan Jepang yang sedang menjajaki investasi di Indonesia. Namun ketiganya masih bingung apakah memilih Indonesia atau Thailand.Namun begitu, ketiga investor itu memastikan keputusan itu pada bulan Agustus nanti."Investor Amerika, kami tahu yang akan datang. Tugas yang kita siapkan paket insentifnya sebagai paket investasi," kata Kepala BPKP M Luthfi di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (21/6/2006).Selain dengan perusahaan dari AS, Luthfi mengaku telah melakukan pembicaraan pribadi dengan dua perusahaan dari Eropa dan satu dari Jepang. "Saya belum bisa bicarakan, karena masih confidential agreement," tukasnya."Nantinya mereka akan memproduksi MPV untuk pasar ASEAN. Mereka juga akan berinvestasi di mobil sedan," terangnya.Pasar yang akan dibidik nantinya bukan hanya Indonesia, tapi juga untuk ekspor. "Contohnya Thailand jadi basis ekspor mobil pick up," urainya.Potensi investasi dari perusahaan otomotif AS itu diperkirakan sebesar US$ 1,4 miliar. Sementara ketiga perusahaan dari Eropa dan Jepang yakni sebesar US$ 450 juta hingga US$ 1 miliar.Indonesia juga akan jadi basis produksi sepeda motor. Soalnya ada investor dari India untuk membuat sepeda motor. Potensi investasinya sebesar US$ 80 juta hingga US$ 230 juta.Pemerintah juga berencana akan memberikan insentif untuk mendorong investasi di sektor otomotif. "Yang diutamakan antara lain PPNBM otomotif yang diselaraskan. Juga akan diberi beberapa keleluasaan," untuknya.PPNBM diselaraskan dalam rangka menyelaraskan PPN antara satu jenis kendaraan dengan kendaraan lain. "Jadi tak hanya industri otomotif yang diuntungkan, tapi juga penerimaan negara," tegasnya.
(mar/)











































