ADVERTISEMENT

Pengusaha Muda Beberkan Strateginya Usai Pandemi COVID-19

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 01 Agu 2022 10:59 WIB
Pengusaha
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia masih menyisakan dampak hingga saat ini. Hampir seluruh pelaku pariwisata di destinasi wisata Indonesia harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan. Tak terkecuali bagi pengusaha di Nusa Tenggara Barat yang mengalami dampak luar biasa akibat pandemi.

Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) melihat situasi ini sebagai peluang untuk mengadakan kegiatan Business Opportunity dan membangkitkan semangat pengusaha muda di NTB. Bekerjasama dengan BPD HIPMI Nusa Tenggara Barat dalam acara bertajuk "Peluang Bisnis dan Pembiayaan Produktif untuk Pengusaha Muda Bersama Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI" yang dilaksanakan di Dapoer Sasak, NTB.

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI Anggawira mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen HIPMI terhadap pertumbuhan pengusaha muda.

"Tak dapat dipungkiri pandemi menghantam daerah dengan keras, banyak teman-teman pengusaha muda yang akhirnya terkapar. Hari ini kita ajak teman teman pengusaha muda untuk bisa bangkit dan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk keberlangsungan bisnis. Kita berharap HIPMI dapat menjadi motor semangat pengusaha muda. Secara khusus, kegiatan ini menawarkan peluang alternatif modal kerja dan pendanaan pengembangan usaha kepada anggota HIPMI di semua tingkatan," terang Anggawira pada keterangannya (1/8).

Anggawira juga menyampaikan data yang menunjukan saat ini sekitar 46,6 Juta UMKM masih belum memiliki akses kredit, hal ini merupakan tantangan yang membatasi pertumbuhan pengusaha muda di Indonesia.

"Kalau kita lihat ada banyak faktor yang menghambat pengusaha bangkit setelah dihantam pandemi, salah satunya adalah akses permodalan, padahal modal ini penting. Yang tak kalah pentingnya juga literasi keuangan sehingga akan bisa mengantisipasi kedepannya jika ada bencana seperti covid-19, kita hadir di forum ini untuk tumbuh bersama menghilangkan hambatan-hambatan tersebut, " ucap Anggawira yang pengusaha bidang energi ini.

Ketua Umum BPD HIPMI Nusa Tenggara Barat, I Putu Dedy Saputra mengapresiasi langkah BPP HIPMI yang hadir di tengah-tengah pengurus daerah untuk terus melakukan inovasi hingga ke daerah.

"Kami sangat menyambut baik kegiatan business opportunity di Nusa Tenggara Barat. NTB memiliki potensi yang tidak dimiliki oleh daerah lain sehingga menjadi daya tarik investor. Dengan hadirnya program ini bisa membantu akselerasi perekonomian daerah," kata Dedy.



Simak Video "Penyaluran Dana BLT Minyak Goreng Capai Rp 7,2 T"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT