Pembayaran Utang IMF Tidak Akan Pengaruhi Rupiah
Rabu, 21 Jun 2006 21:59 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah untuk melakukan pembayaran utang IMF tidak akan mempengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah. Karena pembayaran 50 persen utang IMF dari total yang tersisa sebesar US$ 7,51 miliar tersebut telah disiapkan Bank Indonesia (BI) dari cadangan devisa dan tidak dari pasar."Tidak, karena uangnya sudah kita siapkan dari cadangan devisa. Kita tidak ambil dari pasar," kata Deputi Gubernur BI, Hartadi A Sarwono, seusai rapat penyusunan RAPBN TA 2007, di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/06/2006).Hartadi menjelaskan bahwa percepatan pembayaran utang IMF yang sebetulnya jatuh temponya pada 2010 tersebut karena melihat kecukupan cadangan devisa yang yang saat ini mencapai US$ 44 miliar dinilai cukup untuk dilakukannya percepatan pembayaran.Berdasarkan hitungan Bank Indonesia (BI), setelah dilakukan pembayaran 50% utang IMF maka cadangan devisa dinilai masih aman, yakni cukup untuk 4 bulan impor ditambah dengan pembayaran utang pemerintah."Hitung-hitungan yang paling aman adalah 4 bulan impor ditambah dengan pembayaran utang pemerintah. Jadi, sekali lagi itu aman, tidak akan ada masalah," tegasnya.Sementara itu untuk menjaga nilai tukar, Hartadi menukaskan, bahwa ada atau tidak adanya pembayaran utang IMF, BI sebagai bank sentral akan tetap melakukan intervensi untuk menjaga fluktusasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing."Ada pembayaran atau tidak ada pembayaran kita akan ada di pasar untuk meredam fluktuasi kalau diperlukan," tukas Hartadi.
(ary/)











































