ADVERTISEMENT

Perbandingan Pinjam Uang di Kades 'Sultan' Vs Bank & Rentenir

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 03 Agu 2022 11:06 WIB
Kepala Desa Kawunghhilir, Cigasong, Yosa Novita.
Foto: Erick Disy Darmawan
Jakarta -

Kepala Desa (Kades) Kawunghilir, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat, Yosa Novita membuat program pinjaman tanpa bunga hingga Rp 200 juta yang berasal dari kantong pribadinya. Hal ini merupakan cara untuk melindungi warganya dari jeratan lintah darat alias rentenir bin 'bank emok'.

"Uang ini saya siapkan untuk mengurangi pinjaman masyarakat Kawunghilir kepada rentenir. Pinjaman uang ini tanpa bunga," kata Yosa kepada detikJabar dikutip Rabu (3/8/2022).

Inisiatif Yosa untuk melindungi warganya dari jeratan rentenir patut diapresiasi. Dengan pinjaman tanpa bunga, bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19 dibandingkan pinjam di bank atau rentenir yang disertai bunga.

Pinjam di bank melalui kredit tanpa agunan (KTA) misalnya, saat ini biasanya bunga di kisaran 0,95% sampai 3,29% per bulan. Belum lagi ada biaya administrasi atau biaya keterlambatan yang ditentukan oleh bank.

Sebagai simulasi, misalnya warga desa Kawunghilir meminjam Rp 10 juta ke bank selama 6 bulan dengan bunga 3% per bulan. Berarti, cicilan yang harus dibayarkan adalah sekitar Rp 1,72 juta per bulan, berasal dari Rp 1,67 juta (pinjaman pokok) + Rp 50.000 (bunga per bulan).

Berbeda lagi dengan rentenir, bunga yang ditawarkan oknum tersebut biasanya dihitung per hari hingga bisa mencapai 24% per bulan. Jika pinjam Rp 10 juta dalam jangka waktu 6 bulan saja, maka cicilan yang harus dibayarkan sekitar Rp 2,07 juta per bulan, berasal dari Rp 1,67 juta (pinjaman pokok) + Rp 400.000 (bunga per bulan).

Belum lagi penagihan yang dilakukan rentenir seringkali dilakukan secara tidak beretika berupa teror, intimidasi, sampai pelecehan. Ditambah tidak ada layanan pengaduan dengan identitas kantor yang jelas karena sifatnya tidak resmi.

Membebankan bukan? Jika pinjam ke Kades 'Sultan', warga Kawunghilir hanya perlu membayar cicilan Rp 1,67 juta per bulan selama enam bulan tanpa bunga.

(aid/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT