Pasokan BBM Ditambah 12 Persen
Kamis, 22 Jun 2006 12:56 WIB
Jakarta - Musim libur pada Juni dan Juli meningkatkan konsumsi BBM secara nasional. Pertamina pun meningkatkan toleransi pasokan BBM sebesar 12 persen untuk mengantisipasi kekurangan pasokan."Secara nasional, toleransi pagu penjualan telah naik dari 165 ribu kiloliter (KL) per hari menjadi 185 ribu KL per hari. Artinya akan meningkat sebesar 12 persen," kata Juru Bicara Pertamina M Harun dalam siaran persnya, Kamis (22/6/2006).Langkah ini adalah bagian dari siklus tahunan peningkatan konsumsi BBM di dalam negeri akibat tingginya mobilisasi pada musim liburan.Antisipasi ini dilakukan untuk menghindari antrean yang panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada musim liburan dan mencegah munculnya kekurangan pasokan di lapangan.BBM jenis solar diperkirakan mengalami peningkatan kebutuhan paling besar. Kenaikan ini selain peningkatan dari sektor transportasi, juga disebabkan tingginya permintaan solar untuk PLN yang mengalami gangguan pasokan gas pada pembangkit listrik bahan bakar gas beberapa waktu lalu.Solar diberikan toleransi pasokan hingga 86 ribu KL per hari atau 21 persen di atas toleransi saat ini sebesar 71 ribu KL per hari. Toleransi pasokan ini termasuk tambahan permintaan PLN sebesar 6.000 KL per hari.Untuk premium diberikan toleransi kenaikan konsumsi hingga 7 persen atau naik dari kisaran 44 ribu KL per hari menjadi 47,7 ribu KL per hari. Khusus untuk minyak tanah tidak dilakukan perubahan toleransi pasokan atau tetap di level 27 ribu KL per hari.Antisipasi peningkatan konsumsi ini juga telah memperhitungkan ketersediaan stok dan pasokan yang ada di Pertamina, sehingga toleransi kenaikan pasokan tidak akan mengganggu posisi stok dan dapat tetap mempertahankan stok di level optimum 20-22 hari.Meskipun toleransi pasokan telah dinaikkan mulai awal Juni, pada minggu pertama Juni 2006 realisasi konsumsi masih 20,6 persen di bawah toleransi maksimal atau di kisaran 146 ribu KL per hari. Permintaan solar masih 34,4 persen di bawah toleransi pasokan atau hanya sebesar 51,7 ribu KL per hari. Realisasi penjualan premium juga masih berada di level 43,9 ribu KL atau 8,1 persen di bawah toleransi maksimal.Kendati Pertamina memberikan toleransi, namun masyarakat masih diminta tetap berhemat dalam mengonsumsi BBM bersubsidi. "Ini terkait dengan masih tingginya harga minyak," kata M Harun.Secara nasional, pemerintah melakukan pembatasan penjualan BBM bersubsidi dengan menetapkan kuota 2006 sebesar 41,5 juta KL per tahun, terdiri dari 17 juta KL premium, 14,5 juta KL Solar dan 10 juta KL minyak tanah.
(mar/)











































