ADVERTISEMENT

5 Harta Karun Paling Berharga di Dunia yang Masih Belum Ditemukan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 04 Agu 2022 13:42 WIB
Heboh penemuan harta karun diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Sungai Musi, Sumatera Selatan, masih menjadi sorotan.
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Jakarta -

Sepanjang sejarah, terdapat banyak harta karun fantastis dari berbagai budaya telah dicuri atau hilang secara misterius. Seringkali pencurian atau menghilangnya harta karun ini terjadi selama masa perang atau bencana.

Terkadang sejumlah harta karun ini berhasil ditemukan kembali, namun hingga saat ini masih banyak harta karun yang masih hilang alias belum ditemukan kembali.

Melansir dari situs Live Science, berikut beberapa harta karun yang hilang dan masih belum ditemukan hingga saat ini:

1. Ruang Amber

Ruang Amber dibangun di Istana Catherine pada abad ke-18 di Tsarskoe Selo, dekat St. Petersburg. Ruangan itu berisi mosaik, cermin, dan ukiran berlapis emas, bersama dengan panel yang terbuat dari sekitar 1.000 pon (450 kilogram) amber.

Tsarskoe Selo ditangkap oleh Jerman pada tahun 1941 selama Perang Dunia II yang kemudian panel amber dan karya seni miliknya di ruangan itu dibongkar dan dibawa ke Jerman. Meski dikatakan sudah dibawa ke Jerman, namun hingga saat ini harta-harta tersebut belum pernah terlihat sejak itu.

2. Perhiasan Sarkofagus Menkaure

Piramida firaun Mesir Menkaure merupakan salah sati dari tiga piramida yang dibangun di Giza sekitar 4.500 tahun yang lalu. Pada tahun 1830-an, perwira militer Inggris, Howard Vyse, sempat menjelajahi piramida Giza tersebut.

Selama penjelajahannya, Vyse menemukan sejumlah penemuan berharga di Giza, termasuk perhiasan sarkofagus yang ditemukan di piramida Menkaure. Vyse mencoba mengirim sarkofagus ke Inggris pada tahun 1838 dengan kapal dagang Beatrice, tetapi kapal itu tenggelam selama perjalanannya dan membawa perhiasan sarkofagus itu hilang bersamanya.

3. Harta Karun Uskup

Pada tahun 1357, sebuah kapal bernama São Vicente berlayar dari Lisbon di Portugal ke Avignon di Prancis. Kapal tersebut membawa harta yang diperoleh oleh Thibaud de Castillon, seorang uskup Lisbon yang baru saja meninggal.

Diketahui bahwa harta karun itu termasuk emas, perak, cincin, permadani, permata, piring halus dan bahkan altar portabel. Namun saat berlayar di dekat kota Cartagena, São Vicente diserang oleh dua kapal bajak laut bersenjata lengkap, yang awaknya menyita harta karun itu.

Satu kapal bajak laut, yang dikomandoi oleh seorang pria bernama Antonio Botafoc kemudian ditangkap. Namun, kapal bajak laut lainnya, yang dikomandoi oleh Martin Yanes tampaknya berhasil lolos. Apa yang terjadi pada Yanes, kru bajak lautnya, dan harta yang dicuri tidak diketahui.

4. Telur Paskah Romanov

Antara tahun 1885 dan 1916, perusahaan perhiasan Fabergé, yang pada saat itu dijalankan oleh toko perhiasan Rusia Peter Carl Fabergé, membuat "telur Paskah" yang dihias dengan hiasan untuk keluarga kekaisaran Rusia.

Diketahui bahwa sepuluh telur dihasilkan dari tahun 1885 hingga 1893, pada masa pemerintahan Kaisar Alexander III. Kemudian 40 telur lagi diciptakan selama pemerintahan putranya Nicholas II

Namun pada revolusi Rusia tahun 1917 menyebabkan eksekusi Nicholas II bersama dengan sebagian besar keluarga Romanov. Setelah kematian mereka, beberapa telur hilang dan masih belum ditemukan sampai sekarang

5. Emas Nazi

Menjelang akhir Perang Dunia II, pasukan Nazi yang dipimpin oleh perwira SS Ernst Kaltenbrunner menenggelamkan sejumlah besar emas ke Danau Toplitz di Austria agar tidak ditangkap oleh pasukan Sekutu yang menyerang. Sejak saat itu, banyak pencarian telah dilakukan, tetapi, sejauh ini, tidak ada emas yang ditemukan.

Hingga saat ini masih ada kemungkinan bahwa cerita itu hanyalah fiksi dan kenyataannya tidak ada emas yang ditenggelamkan ke dalam danau.

Namun, beberapa peneliti telah mencatat bahwa danau tersebut memang memiliki visibilitas yang buruk dan sejumlah besar kayu dan puing-puing yang membuat upaya untuk menemukan emas menjadi sulit dan berbahaya. Bahkan beberapa penyelam tewas saat mencoba mencari emas di perairan danau tersebut.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT