ADVERTISEMENT

Ekonomi RI Tumbuh 5,44%, Apa Dampaknya Buat Wong Cilik?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2022 11:38 WIB
Angka kemiskinan di Indonesia saat ini masih tinggi. Presiden Jokowi pun telah mengeluarkan instruksi presiden untuk menghapus kemiskinan ekstrem.
Ekonomi RI Tumbuh 5,44%, Apa Dampaknya Buat Wong Cilik?/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2022 sebesar 5,44%. Angka ini sesuai dengan perkiraan pemerintah yang optimis ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5% pada kuartal II-2022.

Dengan angka ini apa yang akan dirasakan oleh masyarakat? Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan jika pertumbuhan ekonomi ini menggambarkan aktivitas perekonomian masyarakat.

Pada kuartal II-2022, dengan adanya pelonggaran mobilitas masyarakat, lalu ditambah momen Idul Fitri membuat aktivitas masyarakat kembali normal.

"Kalau dikalkulasikan semua transaksi yang terjadi di masyarakat itu akibat pelonggaran tersebut membuat pertumbuhan ekonomi jadi 5,44%," kata dia di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (5/8/2022).

Menurut Margo dengan mulai bergeraknya aktivitas ini maka akan ada manfaat yang dirasakan. "Dengan sektor yang tumbuh positif berarti aktivitas ekonomi lebih baik dari kuartal I, kalau lebih bagus ada manfaat naiknya pendapatan untuk masyarakat," jelasnya.

Dia mengungkapkan, memang tenaga kerja dan faktor produksi akan sangat berdampak pada masyarakat di tengah pertumbuhan ekonomi.

Margo mengungkapkan dengan tumbuhnya ekonomi 5,44% ini mencerminkan upaya pemerintah berhasil untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi saat ini.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal II-2022 mencapai 5%. Hal itu disampaikan Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang mengumumkan SSK saat ini berada dalam kondisi yang masih terjaga.

"Kuartal II kita memperkirakan tumbuh di atas 5%, terutama untuk kuartal itu 5,01% dan kuartal II itu di atas 5%," tuturnya dalam konferensi pers.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT