ADVERTISEMENT

Penyandang Disabilitas Bisa Jadi Pengusaha Sukses, Bagaimana Caranya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2022 16:59 WIB
Indonesian Rupiah - official currency of Indonesia
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Yoyochow23
Jakarta -

Saat ini ada 31 juta disabilitas dan berpotensi untuk membuka usaha dan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) sejak 2021 mulai menjadi startup untuk para disabilitas yang membantu untuk pengembangan diri.

Ketua Umum PTI Myra Winarko mengungkapkan jika para sahabat disabilitas ini merupakan sumber daya manusia (SDM) yang berpotensi dibina dan dikembangkan agar jadi sosok mandiri finansial.

Pelatihan yang telah diberikan kepada para disabilitas saat ini meliputi pelatihan sebagai MUA atau Makeup Artist, Chef, dan Bidang Seni (Art). Sejumlah alumni dari kegiatan tersebut sudah ditempatkan di beberapa tempat yang bergengsi.

"Salah satu disabilitas yang mempunyai bakat luar biasa dalam memasak, sekarang sudah bekerja disalah satu resto ternama di bilangan Jakarta Selatan", ungkap Myra, Jumat (5/8/2022).

Ekosistem tersebut telah dibangun oleh PTI sejak 2020 berkat dukungan perusahaan-perusahaan ternama dalam pengembangan SDM disabilitas, seperti PT Modena, PT Panasonic Gobel, PT Paragon (Wardah), Danar Hadi, PT Impack Pratama Tbk, dan hingga saat ini sudah menghasilkan banyak alumni disabilitas yang telah berhasil memulai bisnisnya sebagai UMKM.

Jangkauan disabilitas juga bukan hanya di wilayah DKI Jakarta saja, tetapi sudah berkembang hingga ke Bandung, Jawa Barat. "Di Bandung PTI telah berhasil menciptakan kelompok kerja UMKM disabilitas yang memproduksi telor asin dan jajanan basah. Mereka bahkan telah mempunyai brand tersendiri dengan nama Telor Asin 3 Jagoan yang sudah dipasarkan ke berbagai tempat", ujar Myra.

Ekosistem pembiayaan juga telah didukung oleh Bank Sahabat Sampurna dan akan segera menyusul dalam waktu dekat BCA dan Bank Mega. Melihat ceruk pasar UMKM disabilitas masih sangat luas, PTI akan terus memaksimalkan kesempatan untuk mengembangkan diri sebagai startup kaum disabilitas. Sejumlah rencana besar juga telah dipersiapkan untuk menjaga semua produksi yang dihasilkan, salah satunya dengan menggunakan jasa profesional kurator.

"Untuk produksi disabilitas yang berupa karya seni, kami juga menggunakan profesional kurator, karena PTI mempunyai standar dalam memperkenalkan hasil karya disabilitas," tambah Myra.

PTI berencana mengeluarkan platform digital sendiri dan akan terus menggandeng banyak perusahaan besar sebagai ekosistem, mengingat Indonesia memiliki jangkauan wilayah yang luas dan akan memudahkan dalam pengembangan ekonomi digital disabilitas.

Pada pameran di Bali Senin, 8 Agustus 2022 mendatang, PTI juga akan menampilkan DISART Festival, yang merupakan pameran dan penjualan hasil karya para disabilitas binaan PTI.

Kegiatan yang dilakukan oleh disabilitas yang diselenggarakan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI), ternyata menarik perhatian Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk dikembangkan menjadi ekosistem digital ekonomi.

"Saya berharap Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) mampu menjadi inkubator bisnis bagi disabilitas, dengan membangun sebuah ekosistem, terkait dari pembiayaan dan pelatihan secara berkelanjutan serta membantu menempatkan SDM disabilitas kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia," ujar Teten.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT