ADVERTISEMENT

Wabah PMK Bisa Bikin Harga Ternak Bergejolak, Bagaimana Solusinya?

tim detikcom - detikFinance
Senin, 08 Agu 2022 09:30 WIB
Tingkatkan Kewaspadaan Wabah PMK dari Indonesia, Australia Gelar Keset Sanitasi di Bandara
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Pengamat bisnis IT dan pengusaha di bidang pangan Vickie Charamita menyebut bahwa wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang melanda Tanah Air memiliki resiko besar terhadap kestabilan harga hewan ternak.

"Efek domino dari wabah PMK sangatlah mempengaruhi stabilitas harga bahan pokok daging sapi di RI (Republik Indonesia) dan global," ujar Vickie dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/8/2022).

Vickie menjelaskan, wabah yang disebabkan oleh Aphthovirus ini merupakan penyakit yang mudah menular melalui hembusan napas atau air minum hewan ternak.

Berdasarkan data dari BPS RI 2021, Indonesia mengimpor 50 persen daging sapi dari Australia dan 30 persen daging kerbau dari India. Bila wabah ini menyebar ke negara Kanguru, kata dia, efek domino terhadap harga bahan pokok Indonesia akan mengalami lonjakan yang signifikan.

Di tahun 2001, negara Britiania Raya mengalami wabah virus PMK hewan ternak yang merugikan mereka £ 9 milliar yang membutuhkan 9 bulan untuk mengakhiri wabah PMK dengan menerapkan kebijakan publik yang ketat seperti pemberhentian pergerakan hewan ternak selama 20 hari serta memusnahkan hewan ternak yang sudah terindentifikasi terjangkit virus PMK

Untuk menekan lonjakan harga tersebut, menurut Vickie, mitigasi bencana bisa dilakukan dengan lebih cepat apabila komoditas daging sapi dapat disinergikan dengan data dan aplikasi tracing untuk mempercepat informasi alignment bagi para peternak.

"Data yang diperoleh dari aplikasi ini dapat diolah agar difungsikan untuk memprediksi waktu yang diperlukan untuk menyalurkan vaksinasi kepada hewan ternak, memprediksi efek kebijakan publik serta membuat sebuah komunitas sendiri untuk para peternak/saudagar hewan ternak," pungkas ungkap perempuan yang meraih gelar Bachelor of Science in Business Administration dari The University of San Francisco, California, USA dan Data Science Professional Certificate dari IBM dan Johns Hopkins University ini.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 32 Tahun 2022 tentang Penanganan PMK di Daerah.

"Menteri Dalam Negeri telah menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri dengan Nomor 32 Tahun 2022 kepada gubernur dan bupati/wali kota yang wilayahnya ditetapkan sebagai daerah yang terdampak wabah PMK. Salah satu diktum menyebutkan pelibatan TNI dan Polri dalam pengendalian dan penanganan PMK," kata Dirjen Bina Pembangunan Daerah Teguh Setyabudi dalam keterangannya, Senin (6/7/2022).

Dengan adanya Inmendagri Nomor 32 Tahun 2022, Vickie mengatakan instruksi menteri dalam negeri akan sangat membantu efektifitas kolaborasi antara K/L dan para peternak untuk memitigasi penyebaran PMK di daerah terutama di pulau Bali yang akan segera menjadi tuan rumah KTT G20.

Di masa lampau, Indonesia membutuhkan waktu kurang lebih hampir 100 tahun untuk menghilangkan seluruh jejak virus PMK hewan ternak. Indonesia mendeklarasikan bebas PMK di tahun 1970.

Dengan adanya teknologi di era 5.0 sekarang dan kecanggihan informasi berbasis data, untuk melakukan testing dan tracing terhadap hewan ternak pasti akan lebih terbantu.

Data yang di peroleh sekarang adalah asset negara Republik Indonesia untuk dapat mencegah adanya virus - virus hewan ternak lainnya di masa yang akan datang dan juga untuk memberikan platform bagi peternak/saudagar hewan ternak untuk saling mendukung dalam waktu krisis wabah ini.

Informasi berbasis digital membuat jarak antar para peternak dan saudagar ternak menjadi lebih dekat. Distribusi vaksin antara pulau sangatlah akan dapat terbantu dengan adalah aplikasi yang memberikan informasi ketersediaan vaksin di seluruh Indonesia.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT