ADVERTISEMENT

Tahun Lalu Rugi, KAI Cetak Laba Rp 740 Miliar

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 08 Agu 2022 12:15 WIB
Sejumlah pemudik duduk di dalam gerbong kereta api Serello tujuan Palembang-Lubuklinggau di Stasiun Kertapati Palembang Sumatera Selatan, Sabtu (23/4/2022). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang menyatakan tiket untuk KA ekonomi Rajabasa (Palembang-Lampung) dan KA Serelo (Palembang-Lubuk Linggau) telah habis terjual untuk keberangkatan H-3 hingga H-1 lebaran ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Ilustrasi Perjalanan Kereta Api (Foto: Antara FotoNova Wahyudi)
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI mencatatkan laba bersih Rp 740 miliar di semester I-2022. Angkanya melejit 254% jika dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya rugi Rp 480 miliar.

"KAI mulai mencatatkan hasil yang positif seiring dengan pulihnya kondisi perekonomian nasional yang salah satunya ditandai dengan pertumbuhan pasar transportasi publik, setelah dibukanya berbagai pembatasan mobilitas yang dilakukan pemerintah," kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2022).

Sementara dari sisi omzet, perusahaan pelat merah ini mencatat pendapatan Rp 11,7 triliun atau tumbuh 58% dibanding semester I-2021 sebesar Rp 7,4 triliun. Peningkatan di sisi pendapatan tersebut seiring dengan naiknya volume angkutan penumpang dan barang.

Pada angkutan penumpang, volume pelanggan kereta api pada Semester I-2022 mengalami peningkatan 42% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan pendapatan angkutan penumpang pada semester I-2022 tumbuh 154% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi angkutan barang, volume angkutan barang pada Semester I-2022 mengalami peningkatan 15% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun untuk pendapatannya, angkutan barang mengalami pertumbuhan 27%.

"Kedua segmen bisnis utama KAI tersebut masih memberikan kontribusi yang signifikan bagi kinerja KAI pada semester I tahun 2022," kata Didiek.

Pencapaian tersebut juga diiringi dengan peningkatan biaya, namun tetap sesuai dengan tema besar yang diusung KAI pada tahun 2022 ini. Hasilnya, pertumbuhan biaya yang terjadi dapat dikelola dan dijaga pertumbuhannya di bawah pendapatan operasional dengan terus diimbangi dengan upaya-upaya efisiensi yang ketat.

"Efisiensi lainnya yang KAI lakukan diantaranya dengan menurunkan biaya melalui restrukturisasi pinjaman dengan cara rescheduling pembayaran atau renegosiasi tarif bunga. KAI juga memprioritaskan investasi yang memberikan peningkatan produktivitas angkutan di masa yang akan datang serta investasi strategis nasional yang memberikan manfaat kepada masyarakat seperti LRT Jabodebek, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan berbagai penugasan lainnya," kata Didiek.



Simak Video "Syarat Naik Kereta Api Terbaru: Wajib Antigen/PCR Jika Belum Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT