Antisipasi Libur Sekolah, Pertamina Tambah Pasokan 6%

Antisipasi Libur Sekolah, Pertamina Tambah Pasokan 6%

- detikFinance
Jumat, 23 Jun 2006 16:39 WIB
Jakarta - Pertamina hanya akan menambah pasokan BBM 6 persen selama liburan sekolah menjadi 175 ribu kiloliter (kl) dari semula 165 ribu kl. Jumlah tambahan ini lebih rendah dari rencana semula sebesar 12 persen menjadi 185 ribu kl.Penurunan tambahan pasokan selama liburan sekolah dari 12 persen menjadi 6 persen, karena Pertamina melihat konsumsi BBM sampai minggu ketiga bulan Juni.Konsumsi BBM yang biasanya menunjukkan peningkatan selama memasuki liburan sekolah, ternyata realisasi penjualannya masih rendah dilevel 144,4 ribu kl per hari.Angka konsumsi itu lebih rendah 22,2 persen dari toleransi pagu penjualan maksimal sebesar 185 ribu kl per hari. "Berdasarkan perkembangan ini, Pertamina melakukan evaluasi dan menurunkan toleransi pagu penjualan menjadi 175 ribu kL per hari," kata Mochamad Harun, Juru Bicara Pertamina dalam penjelasan tertulis, Jumat (23/6/2006).Menurut Harun, konsumsi premium pada minggu ini masih berada di kisaran 43,3 ribu kl per hari. Ini berarti 9,3 persen lebih rendah dari toleransi pagu penjualan sebesar 47,7 ribu kl per hari.Sedangkan realisasi penjualan minyak solar masih berada dilevel 48,9 ribu kl per hari, atau 35,6 persen lebih rendah dari toleransi pagu penjualan sebesar 76 ribu kl per hari. Secara nasional posisi stok BBM per hari ini berada di level aman 23,1 hari atau sebesar 4 juta kl.Sebelumnya, Pertamina melakukan antisipasi peningkatan konsumsi BBM selama musim liburan sekolah Juni-Juli dengan memberikan toleransi penambahan pasokan hingga 12 persen. Jumlah ini menjadi 185 ribu kl per hari dari toleransi sebelumnya sebesar 165 ribu kl.Antisipasi tersebut merupakan bagian dari siklus tahunan peningkatan konsumsi BBM didalam negeri akibat tingginya mobilisasi pada musim liburan. "Antisipasi ini dilakukan untuk menghindari antrian yang panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada musim liburan dan mencegah munculnya kekurangan pasokan dilapangan," kata Harun. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads