ADVERTISEMENT

Tarif Naik, Ojol Ini Bebaskan Driver-Penumpang Pilih Tarif Sendiri

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 09 Agu 2022 17:12 WIB
ojol
Ilustrasi/Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Tarif ojek online (ojol) naik atau mengalami penyesuaian sejak ditetapkan 4 Agustus 2022. Salah satu operator, Anterin mengaku tidak terlalu mempermasalahkan karena selama ini pihaknya mempersilakan mitra pengemudi dan penumpang menentukan harga sendiri.

CEO Anterin, Imron Hamzah mengatakan mitra pengemudi diberikan kebebasan memasang tarif sendiri di aplikasi dengan patokan tidak melanggar tarif batas bawah. Sementara calon penumpang, saat order diberikan kebebasan memilih pengemudi berdasarkan preferensi masing-masing termasuk harga terbaik.

"Saat calon penumpang cari driver, maka driver langsung melakukan penawaran (di aplikasi). Jadi pas pesan ada beberapa pilihan pengemudi dan harga," kata Imron kepada detikcom, Selasa (9/8/2022).

Selain bisa memilih harga termurah, calon penumpang juga bisa memilih pengemudi berdasarkan jarak terdekat, jenis kendaraan, bahkan mau menggunakan jasa driver laki-laki atau perempuan. "Kita memang ingin memberikan solusi supaya lebih fleksibel dari sisi pengguna," tambahnya.

Dengan adanya kenaikan tarif ojek online, Imron menyebut dampaknya dari sisi pendapatan pengemudi akan ikut bertambah. Hanya saja, dia berpesan agar jangan sampai tarif yang diterapkan membuat ditinggal pelanggan karena terlalu tinggi.

"Jangan sampai tarif mahal justru akan mengurangi user pakai aplikasi. Itu saja sebenarnya concern saya dari aturan ini," imbuhnya.

Perbedaan lainnya dari Anterin yakni menggunakan biaya berlangganan platform dan tidak ada insentif atau komisi seperti yang diterapkan operator ojek online lainnya. Sebanyak 100% pendapatan dari orderan merupakan milik pengemudi.

"Sekarang kita membebaskan driver untuk daftar, mereka juga bebas mencari langganan sendiri di sekitar wilayah mereka dan kita tidak tarik komisi," ucapnya.

Saat ini Anterin sudah tersedia di lebih dari 50 kota di Indonesia termasuk Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) yang utamanya menyasar komunitas. Jumlah mitra pengemudi diklaim mencapai lebih dari 300 ribu orang.

(aid/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT