ADVERTISEMENT

WanaArtha Tersangkut Kasus Penggelapan Dana Nasabah, Siapa Pemiliknya?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 10 Agu 2022 13:39 WIB
Nasabah asuransi jiwa WanaArtha Life berdemo di PN Jakarta Pusat. Mereka memprotes dibekukannya Sub Rekening Efek (SRE) atas nama PT. AJAW.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Belakangan ini PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArthaLife) sempat diterpa kasus yang tidak mengenakan. Adapun kasus yang dimaksud berupa kasus dugaan penggelapan WanaArtha Life.

Terakhir, Dittipideksus Bareskrim Polri menyampaikan bahwa sebanyak tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Penyidik unit 3 Subdit 5 Dittipideksus Polri telah menetapkan 7 orang sebagai tersangka dalam perkara terkait PT Asuransi Jiwa Adi Sarana WanaArtha," kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah dalam konferensi pers, Selasa (2/8/2022).

Adapun salah seorang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) Yanes Yaneman Matulatuwa dan enam petinggi perusahaan sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen yang diberikan kepada Otoritas Jas Keuangan (OJK).
Selain pemalsuan dokumen Yanes dan kawan-kawan juga dituduh melakukan penggelapan premi nasabah.

Secara rinci keenam tersangka lainnya yang merupakan manajemen Wanaartha yakni Daniel Halim, Yosef Meni, Terry Khesuma, Rezanantha Pietruschka, serta Evelina Larasati Fadil dan Manfred Armin Pietruschka.

Namun di sisi lain, berdasarkan laporan keuangan terbaru untuk tahun 2019 yang terbit di laman resmi perusahaan, diketahui bahwa asuransi ini dimiliki oleh PT Fadent Consolidated Company sebesar 97,54% dan sisanya digenggam oleh Yayasan Sarana Wana Jaya.

Akan tetapi tidak diketahui pemilik manfaat langsung terakhir dari perusahaan tersebut. Namun berdasarkan hasil riset tim CNBC Indonesia, berikut adalah profil dari pihak manajemen kunci Wanaartha Life

1. Evelina F. Pietruschka

Evelina F. Pietruschka merupakan tokoh kunci perusahaan dan pernah menjabat sebagai Presiden Direktur WanaArtha Life sejak tahun 1999, sebelum akhirnya sejak Maret 2011 ditunjuk sebagai Presiden Komisaris WanaArtha Life.

Evelina memiliki kiprah panjang di industri perasuransian, terbukti dari fakta bahwa dirinya telah berkali-kali ditunjuk untuk menduduki posisi penting dalam beberapa asosiasi industri asuransi.

Mengutip informasi pada laman resmi perusahaan, pada tahun 2001 hingga 2002, Evelina ditunjuk sebagai Vice Chairman Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dimana pada tahun 2002 hingga 2005 posisinya naik menjadi Chairman.

Pada tahun 2005, Evelina ditunjuk sebagai Ketua Umum dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sampai dengan tahun 2011. Merangkap sebagai Ketua Umum AAJI, Evelina juga memjabat sebagai Chairman dari Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia (FAPI) yang merupakan induk organisasi asosiasi perasuransian nasional untuk periode 2007-2008.

Bahkan kariernya membentang hingga tingkat regional, dan sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN Insurance Council. Evelina memperoleh gelar Master dari Pepperdine University California, Amerika Serikat.

Selain karier panjang, Evelina juga memiliki sejumlah prestasi termasuk pada tahun 2009 lalu terpilih sebagai salah seorang Finalis Entrepreneur of the Year (EoY) yang diselenggarakan oleh Ernst & Young. Selain itu dia juga memperoleh penghargaan "Personality of The Year Award 2013" dari Asia Insurance Review Magazine.

2. Yanes Yaneman Matulatuwa

Yanes Yaneman Matulatuwa pertama kali bergabung dengan WanaArtha Life sebagai Director of Risk Management & Corporate Actuary sejak November 2011, lalu sejak Juli 2014 lalu resmi diangkat sebagai Presiden Direktur.

Sama dengan Evelina, Yanes juga memiliki pengalaman panjang luar dalam di industri perasuransian Indonesia, khususnya dibidang Aktuarial.

Yanes diketahui mulai berkarir tahun 1993 dan merupakan lulusan sarjana matematika Universitas Indonesia.

Sebelum di Wanaartha, Yanes sempat meniti karir di PT Asuransi Jiwa BDNI Life, AIG Lippo, Sun Life Financial dan Panin Life untuk menduduki posisi-posisi penting di bidang Aktuarial.

Sejak tahun 2006 sampai dengan 2009 lalu, Yanes menjabat sebagai Country Chief Actuary AXA Services Indonesia & Appointed Actuary untuk AXA Financial Services Indonesia dan Associate Director, Chief Actuary and Product Development di PT Asuransi CIGNA.

3. Daniel Halim

Daniel Halim mulai bergabung dengan WanaArtha Life sebagai Direktur Keuangan dan Investasi pada bulan Juli 2014 dan sebelum itu telah memiliki pengalaman selama lebih dari 17 tahun di pasar modal.

Sebelum bergabung dengan WanaArtha Life Daniel sempat menjabat sebagai Direktur Henan Putihrai Asset Management dari tahun 2012 hingga 2014.

Daniel juga pernah menduduki posisi sebagai Direktur di beberapa Perusahaan Pengelolaan Aset, termasuk menjadi Presiden Direktur Kim Eng Asset Management dan Direktur Utama PT Mega Nusantara Capital dari tahun 2009 hingga 2012.

Lihat juga video 'Nasabah WanaArtha Ngamuk Usai Sidang Vonis Jiwasraya':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT