ADVERTISEMENT

Liputan Khusus

Bisnis Warga Baduy Luar Makin Moncer Berkat Kurir Online dan Internet

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 14 Agu 2022 15:30 WIB
Akbar Fadilah adalah satu dari sebagian kurir TIKI yang bertugas mengirimkan paket barang hingga ke daerah pedalaman seperti Baduy Dalam dan Baduy Luar. Begini kiprahnya.
Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Di era digitalisasi ini, bisnis bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Dari pinggir pantai sampai di pegunungan. Hal ini bisa menjadi sangat mudah jika sudah ada fasilitas logistik seperti ekspedisi yang bisa antar jemput barang kiriman.

Salah satu pebisnis dari Baduy Luar, Ako Sarka menceritakan jika dia menjual berbagai cinderamata Baduy tak cuma di depan rumahnya, tapi juga di e-commerce dan media sosial. Penjualan dengan internet ini membuat jangkauannya semakin luas ke seluruh Indonesia.

Sekadar informasi suku Baduy terbagi dua menjadi Baduy Luar dan Baduy Dalam. Di Baduy Luar, warganya boleh menggunakan barang elektronik dan bisa menggunakan alat transportasi.

Karena itu Sarka bisa menjual suvenir yang dibuat bersama istrinya melalui marketplace dan toko online di Instagram. Dia mengungkapkan untuk berjualan di e-commerce dia belajar secara otodidak.

Bisnisnya sempat tertekan awal pandemi COVID-19. Hal ini karena tak ada wisatawan yang datang ke Baduy. Karena itu dia memaksimalkan penjualan melalui online. Sarka menceritakan pengiriman paling jauh ke Papua Barat, belum lama ini ada pelanggan yang membeli 10 buah tas Koja atau tas anyaman.

"Awal pandemi penjualan sempat turun, karena nggak ada aktivitas juga. Akhir 2020 mulai naik lagi penjualan banyak orang yang beli lewat online juga," kata Sarka kepada detikcom belum lama ini.

Sarka mengungkapkan, untuk pengiriman biasanya dia memanfaatkan jasa jemput paket, hal ini untuk mempermudah penjualan. Salah satunya dari TIKI yang menyediakan jasa jemput paket tanpa biaya tambahan.

"Karena kita kan jauh dari pedalaman, jadi sangat membantu kalau bisa pick up di tempat, jelas dia.

Akbar Fadilah adalah satu dari sebagian kurir TIKI yang bertugas mengirimkan paket barang hingga ke daerah pedalaman seperti Baduy Dalam dan Baduy Luar. Begini kiprahnya.Akbar Fadilah adalah satu dari sebagian kurir TIKI yang bertugas mengirimkan paket barang hingga ke daerah pedalaman seperti Baduy Dalam dan Baduy Luar. Begini kiprahnya. Foto: Rachman_punyaFOTO

Biasanya Sarka akan menghubungi pihak TIKI dan janjian mengatur waktu untuk penjemputan barang yang akan dikirim kepada pembeli.

Harga suvenir handmade yang ditawarkan mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 200 ribu ini tergantung dari ukuran dan motif. Ada juga kain tenun yang dibanderol mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 1,5 juta. Tergantung dari ukuran dan lamanya pembuatan.

Untuk penjualan di rumahnya, Sarka juga memiliki QR code dari QRIS. Dia menyebutkan dengan QRIS ini juga memudahkan para pembeli yang kehabisan uang tunai.

Jadi bisa membayar menggunakan aplikasi e-wallet atau mobile banking. "Untuk bayar bisa pakai uang cash atau QRIS ini, habis bayar langsung ada notifikasi SMS yang masuk jadi mudah dan aman," imbuh dia.

Selain berbisnis suvenir, Sarka dan istrinya juga bercocok tanam seperti padi dan mengutamakan tanaman tumpang sari, jagung dan pisang.

Lanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT