ADVERTISEMENT

Bisnis Online Menjamur Sampai ke Pedalaman

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 14 Agu 2022 22:00 WIB
Ilustrasi Belanja Online
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Tren belanja online telah membuka peluang ekonomi baru di berbagai wilayah di Indonesia. Mulai dari perkotaan sampai ke pedalaman. Dengan adanya pasar online ini jangkauan pembeli dan penjual akan semakin luas.

Dikutip dari laporan iPrice berjudul Perilaku Belanja Online Indonesia tahun 2021/2022 disebutkan jika ekonomi digital di Indonesia terus berkembang pesat karena penyebaran teknologi dan penggunaan e-commerce yang semakin banyak.

iPrice menggunakan data aktivitas 125 juta pengguna di seluruh website iPrice Group periode 1 Januari 2021 hingga 30 April 2022. Disebutkan kebanyakan orang Indonesia mencari dan berbelanja menggunakan handphone.

Ketua Asosiasi e-commerce Indonesia Bima Laga menyebutkan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia terbilang bagus, dan pertumbuhan itu disumbang secara nyata oleh e-commerce yang mulai bermunculan di tanah air.

"Pertumbuhan ekonomi digital, khususnya e-commerce menurut data Google dan Temasek itu sebesar US$ 53 miliar, atau setara hampir Rp 700 triliun pada tahun 2021. Dan pertumbuhannya itu year on year, jadi bisa sampai 50%. Nah, transaksi kita secara ekonomi digital Indonesia itu masih 5% dari PDB, dan kita juga meyakinkan pertumbuhan itu masih akan tercapai di Indonesia tahun ini, at least sebesar 48% sampai 50% year on year menurut riset dari Bank Indonesia," papar Bima.

Dia menjelaskan dari data Google dan Temasek dari tahun 2022 sampai 2025, pertumbuhan ekonomi digital masih disumbang oleh e-commerce. "Jadi secara ekonomi fundamental kita, saya rasa untuk growth, kita itu sudah bagus," jelasnya.

Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian menilai hal ini turut mendorong prospek bisnis ekspedisi. Dia menyebutkan untuk mendukung pertumbuhan ini pemerintah daerah perlu melakukan stimulasi agar para usaha kecil bisa memanfaatkan platform digital.

"Kurang lebih saat ini hampir 19 juta UMKM sudah berjualan di platform digital, pada tahun 2024 pemerintah menargetkan menjadi 30 juta UMKM. Jadi semakin banyak UMKM yang memanfaatkan platform digital, maka pihak ekspedisi akan terus memperluas dan meningkatkan layanannya," ujarnya.

Menurut Eliza dengan adanya ekspedisi di sebuah wilayah, maka akan membuka peluang usaha bagi wilayah tersebut. Pandemi COVID-19 telah mendorong orang-orang untuk belanja di e-commerce sehingga membuka peluang bagi usaha di daerah berbagai daerah di Indonesia untuk menjual produk secara online.

Dia mengungkapkan para usaha kecil ini juga perlu didukung dengan akses permodalan, cara promosi produk hingga menjaga kualitas produk dan pengepakan yang baik. Dengan adanya digitalisasi ini, faktor lokasi bukan lagi jadi penghalang orang untuk bertransaksi.

Karena dengan digitalisasi, pembeli maupun penjual bisa membeli atau menjual produk apapun dimanapun selagi ada jasa kurir yang bisa memfasilitasinya. sehingga keberadaan infrastruktur logistik ini perlu diperhatikan," ujar dia.



Simak Video "Jumlah Pengguna Online Grocery Tumbuh Positif, Ini Faktor Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT