BUMN-BUMN Dapat 'Diskon' Setoran

BUMN-BUMN Dapat 'Diskon' Setoran

- detikFinance
Senin, 26 Jun 2006 11:53 WIB
Jakarta - Sejumlah BUMN pada tahun 2007 bakal punya dana berlebih. Pemerintah berniat untuk memberi 'diskon' setoran ke APBN untuk sejumlah BUMN. Siapa saja?Menneg BUMN Sugiharto dalam raker dengan Komisi XI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/6/2006) mengatakan, angka setoran dividen BUMN tahun 2007 rata-rata akan mencapai 46 persen, atau berarti sama dengan tahun sebelumnya.Sementara Menkeu Sri Mulyani mengatakan, turunnya setoran dividen itu bukan berarti menurunkan target. Namun angka itu sudah berdasarkan RKAP 2006 dari BUMN untuk proyeksi tahun 2007.Sugiharto menambahkan, tidak bertambahnya setoran dividen ini didasarkan atas beberapa pertimbangan.Pertama, tahun 2005 terdapat kenaikan harga BBM dan suku bunga pinjaman perbankan yang sampai kuartal I 2006 masih tinggi. "Hal ini berdampak pada peningkatan biaya operasional BUMN," jelasnya.Kedua, untuk BUMN asuransi terkait UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional, maka keuntungannya digunakan untuk semata-mata kepentingan peserta dalam bentuk peningkatan santunan. Sehingga secara bertahap dividennya diturunkan menjadi nol persen.Ketiga, untuk BUMN asuransi dan perbankan yang membutuhkan modal untuk ketahanan dan rasio kecukupan modal atau CAR seperti Jasindo dan Bank Ekspor Indonesia (BEI), maka setoran dividennya juga diturunkan.Keempat, untuk BUMN pertambangan, kebandarudaraan dan konstruksi yang memang diharapkan mampu menyumbang pembangunan infrastruktur, maka tidak disarankan menyetor dividen pada tahun 2007. "Keuntungan BUMN-BUMN ini digunakan untuk meningkatkan belanja investasi dan modal, sehingga mampu menunjang pembangunan infrastruktur," tambah Sugiharto.Ia menambahkan, kinerja BUMN termasuk Pertamina selama ini relatif lebih baik. Realisasi keuntungan setelah pajak dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Pada tahun 2004, realisasi keuntungan setelah pajak mencapai Rp 40,8 triliun. Prognosa tahun 2005 Rp 46,5 triliun dan tahun 2006 diperkirakan mencapai Rp 47,47 triliun. "Sehingga terjadi kenaikan secara kontinu," ujarnya.Untuk laba dan PPh pada tahun 2005 sebesar Rp 34,5 triliun disumbang dari 10 BUMN. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads