ADVERTISEMENT

Puan: Jangan Jadi Kuli di Negeri Sendiri, Harus Bangga Pakai Produk Anak Bangsa

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 16 Agu 2022 10:43 WIB
Puan mengunggah foto bersama Iriana Jokowi di akun Instagramnya
Foto: Instagram Puan Maharani
Jakarta -

Ketua DPR Puan Maharani punya target Indonesia berdikari di bidang ekonomi. Salah satu caranya dengan menggenjot industri nasional.

Menurutnya, hal itu bisa dilakukan jika bangsa Indonesia bisa bangga menggunakan produk-produk dalam negeri ketimbang barang impor buatan bangsa lain.

"Kita tidak ingin hanya menjadi sasaran pasar dari produk luar; kita ingin dapat berdikari di bidang ekonomi melalui industri nasional. Kita juga tidak ingin bangsa Indonesia hanya menjadi kuli di negerinya sendiri. Kita harus Bangga menggunakan Produk Anak Bangsa Indonesia," kata Puan dalam pidatonya di Gedung DPR/MPR, Selasa (16/8/2022).

Neraca perdagangan RI sudah menunjukkan surplus selama 27 bulan berturut-turut. Artinya nilai ekspor yang dilakukan RI lebih tinggi ketimbang impor.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, ekspor pada Juli secara bulanan turun 2,20 sebesar US$ 25,57 miliar. Namun meski begitu, ekspor masih naik secara year on year.

"Secara year on year terjadi peningkatan sebesar 32,03%," kata Setianto dalam konferensi pers kemarin.

Penurunan ekspor secara bulanan, lanjut Setianto, disebabkan oleh turunnya ekspor non migas yang ditopang oleh ekspor besi dan baja yang turun 11,51%, timah turun 54% nikel turun 15,53%.

Sementara itu, nilai impor pada Juli 2022 sebesar US$ 21,35 miliar. Secara persentase meningkat 1,64% dibanding bulan lalu.

Dengan begitu, nilai ekspor pada Juli 2022 masih lebih tinggi dibandingkan impor. Maka, surplus perdagangan RI pada Juli ini mencapai US$ 4,22 miliar. Itu berarti RI sudah 27 bulan berturut-turut mengalami surplus neraca perdagangan.

Meski demikian, RI masih ketergantungan barang impor karena tidak semua bisa diproduksi dalam negeri.

Berikut daftar 10 Barang Impor Non Migas terbesar di April 2021:

1. Mesin perlengkapan elektrik US$ 2,112 miliar

2. Mesin dan peralatan mekanisasi US$ 1,940 juta miliar

3. Besi dan baja US$ 993 juta

4. Plastik dan barang dari plastik US$ 957 juta

5. Bahan kimia organik US$ 622 juta

6. Kendaraan dan bagiannya US$ 489 juta

7. Ampas sisa industri makanan US$ 373 juta

8. Gula dan kembang gula US$ 327 juta

9. Berbagai produk kimia US$ 308 juta

10. Bahan bakar mineral US$ 330 juta.

Simak Video: Puan: Masyarakat Sudah Dewasa dalam Menghadapi Perbedaan Politik

[Gambas:Video 20detik]




(ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT