ADVERTISEMENT

Jokowi Yakin Bisa Tekan Angka Pengangguran Terbuka Jadi 5,3%

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 16 Agu 2022 14:43 WIB
Presiden Joko Widodo berjalan seusai menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR - DPD Tahun 2022 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini pemerintah masih bisa menekan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di tahun depan. Ditargetkan angka TPT di 2023 bisa ditekan di kisaran 5,3%-6,0%.

Jokowi yakin target itu tercapai asal dilakukan upaya pengelolaan fiskal yang kuat, disertai dengan efektivitas dalam mendorong transformasi ekonomi dan perbaikan kesejahteraan rakyat.

"Tingkat pengangguran terbuka tahun 2023 diharapkan dapat ditekan dalam kisaran 5,3% hingga 6,0%," ucapnya saat membacakan pidato pengantar RAPBN 2023 dan Nota Keuangan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri mencatat kondisi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia per Februari 2022 mencapai 5,83%. Jika dilihat secara jumlah orang pengangguran mencapai 8,40 juta orang.

Jika dibandingkan kondisi TPT pada Februari 2021 sebesar 6,26% atau 8,75 juta orang memang menurun. Namun jika dibandingkan Februari 2020 masih lebih tinggi, yang saat itu mencapai 4,94% atau 6,93 juta orang.

Jokowi melanjutkan, selain angka TPT, Jokowi juga menargetkan angka kemiskinan di tahun depan berada dalam rentang 7,5% hingga 8,5%. Lalu rasio gini atau tingkat kesenjangan dalam kisaran 0,375 hingga 0,378.

"Serta Indeks Pembangunan Manusia dalam rentang 73,31 hingga 73,49. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga ditingkatkan untuk mencapai kisaran masing-masing 105-107 dan 107-108," tutupnya.



Simak Video "Jokowi Siapkan Rp 608,3 T untuk Sektor Pendidikan di Tahun 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT