ADVERTISEMENT

Duit Belanja Pemerintah Tahun Depan Rp 2.230 T, buat IKN hingga Alutsista

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 16 Agu 2022 18:08 WIB
Petugas menyusun uang di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Jumat (17/6/2016). Bank BUMN tersebut menyiapkan lebih dari 16.200 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk melayani kebutuhan uang tunai saat lebaran. BNI memastikan memenuhi seluruh kebutuhan uang tunai yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 62 triliun atau naik 8% dari realisasi tahun sebelumnya. (Foto: Rachman Harryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anggaran belanja pemerintah pusat 2023 mencapai Rp 2.230 triliun. Rindiannya adalah untuk pemerintah pusat Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 993 triliun, dan belanja non K/L Rp 1.236 triliun.

Menurut Sri Mulyani, anggaran Rp 993 triliun naik drastis dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 764 triliun. Angka ini bahkan di luar dana penanganan COVID-19.

"Angkanya Rp 993 triliun tanpa ada COVID lagi, tanpa ada Program Pemulihan Ekonomi (PEN), naik sangat tajam dari RP 764 triliun, yang di luar COVID dan PEN," katanya dalam konferensi pers RAPBN di Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Untuk prioritasnya masih mencakup kebutuhan SDM, pendidikan, kesehatan, Perlindungan Sosial (Perlinsos), dan reformasi. Selain itu, ifnrastruktur, bansos hingga subsidi disebut Sri Mulyani masih akan cukup besar.

Kemudian, alokasi dana tersebut juga disiapkan untuk tahun pemilu. Selain itu, pembangunan IKN termasuk penyiapan sarana dan prasarana, pengamanan juga masuk dalam anggaran ini.

"Untuk infrastruktur, Pak Bas (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono) harus menyelesaikannya sesuai periode kabinet ini," katanya menambahkan.

Program alutsista juga menjadi prioritas pemerintah. "Serta pengadaan alutsista yang diberikan dalam geopolitik yang Indonesia harus siap berhadapan berbagai Hal," pungkasnya.

Simak Video: Jokowi Usul Anggaran Rp 3.000 T Tahun 2023, Buat Apa Saja?

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT